LINTASKALIMANTAN.CO | Insiden tenggelamnya dua orang di Daerah Aliran Sungai Barito, tepatnya di pelabuhan CPO milik PT Multi Persada Gatra Megah (MPG) Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, kini menjadi perhatian. Peristiwa ini dikabarkan melibatkan anak buah kapal (ABK) kapal tongkang, serta seorang anggota polisi yang bertugas sebagai pengamanan pengawalan (PAM) di kapal tongkang tersebut.
Dikonfirmasi redaksi media siber Lintaskalimantan.co, Minggu sore (05/04/26) di lokasi dengan Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K. benarkan adanya kecelakaan di air tepat lokasi jety Pelabuhan CPO PT MPG dan kini sedang dilakukan pencarian terhadap para korban maupun dilakukan penyelidikan mengenai peristiwa yang terjadi di kapal tongkang yang membawa minyak CPO.

Tanggapan Kapolres
Terkait kejadian ini, Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K memberikan tanggapan bahwa:
* Anggota yang melakukan pengawalan pengamanan (PAM) dikapal tersebut adalah bagian dari menjalankan tugas Polri.
* Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman kronologi kejadian, termasuk memastikan apakah insiden murni kecelakaan kerja atau ada faktor lain.
* Koordinasi dengan pihak perusahaan dan saksi di lapangan, termasuk kru kapal (ABK), terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti tenggelamnya para korban.

Kronologi Masih Didalami
Kapolres juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kronologi kejadian, termasuk:
* Bagaimana awal mula korban bisa tenggelam.
* Posisi dan aktivitas korban saat kejadian
* Peran kru kapal (ABK) saat insiden terjadi.
Pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lokasi, termasuk pihak perusahaan dan kru kapal, masih terus dilakukan.

Nasib ABK Kapal
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa salah satu korban diduga merupakan bagian dari ABK yang beraktivitas di tongkang yang mengangkut minyak CPO sawit.
Hal inilah yang membuat peran ABK kapal turut di mintai keterangannya dalam proses penyelidikan.
Polisi menegaskan belum dapat menyimpulkan apakah kejadian ini murni kecelakaan kerja atau ada unsur kelalaian.

Fokus Penyelidikan
Sejumlah aspek yang kini menjadi fokus aparat antara lain:
* Standar keselamatan kerja di pelabuhan CPO PT MPGM
* Prosedur operasional (SOP) kapal tongkang di Sungai Barito.
* Koordinasi antara pihak keamanan (PAM) dan kru kapal
Pencarian dan Penanganan
Upaya pencarian terhadap korban sempat dilakukan oleh pihak perusahaan pasca insiden Sabtu malam sekira pukul 21.30 – 03.00 Namun tidak membuahkan hasil.
Sehingga Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Personil TNI-Polri, Damkarmat, Satpol PP dan Instasi stakeholder terkait serta masyarakat setempat terus menyisir area Das Barito.

Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan alat pengait dari duri rotan dan jaring serta peralatan tradisional yang biasa digunakan masyarakat dalam melakukan pencarian korban yang tengelam dengan menyusuri aliran sungai Barito.
“Warga diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama mengingat kondisi arus air dan cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu,” ucap singgih mengakhiri keterangan yang selalu stand by di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilanjutkan. (*/rls/anung-peli/red)








