Launching e-SKSHHBK Gagal Terlaksana di Lamandau

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Upaya digitalisasi dan penertiban administrasi kehutanan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, menemui jalan buntu. Agenda peluncuran perdana sistem e-SKSHHBK di area seluas 3.021 hektare milik Gapoktanhut Sepakat Bahaum Bakuba, dinilai gagal terlaksana sesuai rencana.

Program ini merupakan implementasi langsung dari SK yang diserahkan Presiden Joko Widodo dan terintegrasi dalam sistem SIPUHH Online milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Aturan tersebut diperkuat melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 2 Tahun 2025 tentang Harga Patokan Hasil Hutan Kayu dan Hasil Hutan Bukan Kayu untuk perhitungan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dalam regulasi itu ditegaskan, pemegang PBPH, pemegang Persetujuan Pengelolaan Perhutanan Sosial, dan pemegang Hak Pengelolaan Hutan wajib menyampaikan data harga penjualan hasil hutan berdasarkan dokumen sah. Jika kewajiban itu tidak dipenuhi, maka layanan penerbitan surat keterangan sahnya hasil hutan dapat dihentikan oleh sistem SIPUHH hingga data dilengkapi.

Baca Juga :  Polsek Pahandut Sampaikan Imbauan Kamtibmas di Pelabuhan Rambang Saat Ada Keramaian

Dugaan Sabotase.
Gagalnya kegiatan tersebut ditengarai bukan sekadar kendala teknis. Informasi yang dihimpun menyebut adanya dugaan “cipta kondisi” oleh oknum tertentu yang merasa kepentingannya terganggu dengan penerapan sistem digital tersebut.

Ketua Gapoktanhut Sepakat Bahaum Bakuba, Aprina Maya Rosilawati, menyayangkan terhambatnya agenda penting itu.

“e-SKSHHBK adalah perintah undang-undang untuk memastikan transparansi PNBP dan legalitas hasil hutan. Jika ini dihambat, artinya ada pihak yang sengaja ingin memelihara praktik ilegal di area 3.021 hektare ini,” tegas Aprina, pada Kamis (19/02/2026).

Menurutnya, penerapan sistem ini juga menjadi bagian dari penataan sawit keterlanjuran melalui skema Jangka Benah yang seharusnya berjalan sesuai koridor hukum.

APH Diminta Bertindak

Kegiatan tersebut diketahui turut dihadiri perwakilan BPHL XII, KPHP Unit VII, serta undangan dari jajaran Aparat Penegak Hukum (APH). Namun, tidak berjalannya launching justru memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Jelang 5 Rajab Sekumpul, Ribuan Jamaah Mulai Padati Martapura

Publik kini menunggu langkah tegas aparat untuk mengusut dugaan aktor intelektual di balik upaya menciptakan instabilitas di kawasan perhutanan sosial tersebut.

Hambatan ini dinilai bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan berpotensi menjadi bentuk pembangkangan terhadap kebijakan negara. Jika dibiarkan, implementasi sistem e-SKSHHBK dikhawatirkan stagnan dan membuka ruang praktik tanpa dokumen resmi di dalam kawasan.

Potensi Kerugian Negara

Terhentinya proses e-SKSHHBK berpotensi menimbulkan kerugian negara dari sektor PNBP. Selain itu, keamanan masyarakat pengelola hutan di bawah naungan Gapoktanhut juga disebut terancam oleh intimidasi oknum tertentu.

Gapoktanhut Sepakat Bahaum Bakuba mendesak Menteri Kehutanan RI serta Kapolri untuk memberikan perhatian khusus terhadap situasi di Kabupaten Lamandau, agar marwah SK Presiden Nomor 6412 Tahun 2024 tetap terjaga dari praktik mafia lahan. (*)

Berita Terkait

Direktur PDAM Barito Utara: Sampaikan Penyebab Gangguan Air Bersih di Unit Jingah, Warga Diminta Laporkan Jika Ada Tagihan Tidak Sesuai
TMMD Ke-129 Resmi Dibuka di Desa Bandar Raya, Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Bangun Kapuas
PWI Kapuas Perkuat Sinergi dengan Pemkab, Siapkan Safari Jurnalistik hingga Pendampingan Kepala Daerah
PUPR Kobar Dorong Akses Sanitasi Layak bagi Masyarakat
PUPR Kobar Tingkatkan Fungsi Drainase Melalui Pemeliharaan Berkala
Kapolda Kalteng Bersama Gubernur Tinjau Antisipasi karhutla Di Pulang Pisau Lewat Udara
JADI SOROTAN! Beberapa Lokasi Galian C Batu Belah di Bayas Tersinyalir Tanpa Izin, Warga Minta APH Bertindak Tegas
DPRD Barito Utara Dukung Pelebaran Lima Ruas Jalan di Muara Teweh, H. Nurul Anwar: Infrastruktur Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:01 WIB

Direktur PDAM Barito Utara: Sampaikan Penyebab Gangguan Air Bersih di Unit Jingah, Warga Diminta Laporkan Jika Ada Tagihan Tidak Sesuai

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:57 WIB

TMMD Ke-129 Resmi Dibuka di Desa Bandar Raya, Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Bangun Kapuas

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:53 WIB

PWI Kapuas Perkuat Sinergi dengan Pemkab, Siapkan Safari Jurnalistik hingga Pendampingan Kepala Daerah

Senin, 13 Juli 2026 - 10:54 WIB

PUPR Kobar Dorong Akses Sanitasi Layak bagi Masyarakat

Senin, 13 Juli 2026 - 10:48 WIB

PUPR Kobar Tingkatkan Fungsi Drainase Melalui Pemeliharaan Berkala

Berita Terbaru

LINTAS TNI

Pembangunan Jembatan Armco Terus Berlanjut 

Selasa, 21 Jul 2026 - 11:10 WIB

You cannot copy content of this page