Kredit Bermasalah Rp200 Miliar di Bank Kalteng Dipertanyakan, Manajemen Diminta Buka Data

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA — Dugaan kredit bermasalah dengan nilai sekitar Rp200 miliar di lingkungan Bank Kalteng menjadi perhatian publik. Besarnya nilai tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas penyaluran kredit, proses pengawasan, serta langkah yang telah dilakukan manajemen untuk menyelamatkan dan menagih kredit tersebut.

Sorotan terhadap persoalan ini tidak serta-merta berarti telah terjadi pelanggaran dalam proses pemberian kredit. Namun, nilai yang cukup besar dinilai perlu mendapatkan penjelasan yang terbuka agar publik mengetahui duduk perkara sebenarnya.

Ketua Forum Kalimantan Membangun (FKM), Supriady Natae, meminta manajemen Bank Kalteng memberikan klarifikasi berbasis data, termasuk mengenai sumber angka sekitar Rp200 miliar tersebut.

“Persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar publik memperoleh gambaran utuh mengenai penyebab munculnya kredit bermasalah, pihak yang terlibat dalam proses pemberian kredit, serta langkah penyelamatan dan penagihan yang dilakukan,” ujar Supriady.

Menurutnya, keterbukaan informasi penting mengingat Bank Kalteng merupakan bank pembangunan daerah yang memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mengelola dana yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat serta pemerintah daerah.

Baca Juga :  Wakapolresta Palangka Raya Kunjungi Kodim 1016, Pererat Sinergi TNI-Polri di HUT ke-80 TNI

Pertanyaan serupa disampaikan Ketua LSM SUMBO, Diamond. Ia meminta manajemen tidak membiarkan informasi mengenai dugaan kredit bermasalah tersebut berkembang tanpa penjelasan resmi.

“Publik menunggu penjelasan manajemen Bank Kalteng terkait angka Rp200 miliar tersebut, termasuk sektor kredit yang bermasalah, status penanganannya, serta apakah terdapat indikasi pelanggaran dalam proses pemberian kredit,” katanya.

Meski demikian, persoalan kredit bermasalah tidak selalu identik dengan pelanggaran. Kredit dapat masuk kategori bermasalah karena berbagai faktor, termasuk kondisi usaha debitur, kemampuan membayar, maupun faktor ekonomi yang berada di luar kendali bank.

Karena itu, publik juga perlu mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik kredit tersebut, apakah masih dalam proses restrukturisasi, penagihan, penyelamatan, atau telah masuk tahap penyelesaian melalui mekanisme hukum.

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi penyimpangan, mekanisme pengawasan internal maupun aparat penegak hukum dapat menjalankan fungsi sesuai ketentuan. Namun apabila persoalan tersebut murni disebabkan kegagalan usaha debitur, maka yang menjadi perhatian berikutnya adalah efektivitas strategi penyelamatan dan pemulihan kredit oleh manajemen.

Baca Juga :  Tingkatkan Kinerja, Ditbinmas Polda Kalteng Cek Dan Bina Satpam di Wilkum Polres Kapuas dan Pulang Pisau 

Kejelasan mengenai angka sekitar Rp200 miliar juga menjadi penting. Apakah angka tersebut merupakan total kredit bermasalah, bagian dari portofolio kredit dengan kualitas tertentu, atau nilai eksposur kredit yang masih dalam proses penanganan?

Jawaban atas pertanyaan tersebut diperlukan agar informasi yang beredar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Hingga berita ini ditayangkan, media ini telah berupaya meminta konfirmasi dan penjelasan kepada manajemen Bank Kalteng melalui pesan elektronik. Konfirmasi yang dimintakan antara lain terkait kebenaran angka sekitar Rp200 miliar, sektor kredit yang bermasalah, penyebabnya, serta langkah penyelesaian yang telah dilakukan.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh jawaban maupun penjelasan resmi dari pihak manajemen Bank Kalteng.

Dengan demikian, angka Rp200 miliar tersebut masih merupakan dugaan yang membutuhkan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut. Penjelasan resmi dari Bank Kalteng menjadi penting untuk memastikan publik memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi sebenarnya serta langkah yang ditempuh untuk menjaga kualitas aset dan keuangan bank.(*/rls/sgn/red)

Berita Terkait

Konsisten Membantu Kemajuan Pendidikan, PT.Sinarmas Terima Penghargaan di HUT ke-11 SMK Negeri 1 Kintap
Aliansi Rakyat Kalteng Sampaikan 10 Tuntutan, Gubernur Disebut Setujui Substansinya
KAHMI Kalteng Soroti Relevansi KNPI, Idealisme Pemuda Diuji Pragmatisme Politik
HUT ke-27 IPJI, DPW Kalteng Berikan Penghargaan kepada Hartany Soekarno sebagai Tokoh Jurnalis
HUT ke-27 IPJI, DPW Kalteng Gelar Donor Darah dan Bagikan Sembako untuk Masyarakat
Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Konsisten Membantu Kemajuan Pendidikan, PT.Sinarmas Terima Penghargaan di HUT ke-11 SMK Negeri 1 Kintap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Aliansi Rakyat Kalteng Sampaikan 10 Tuntutan, Gubernur Disebut Setujui Substansinya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:01 WIB

KAHMI Kalteng Soroti Relevansi KNPI, Idealisme Pemuda Diuji Pragmatisme Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

HUT ke-27 IPJI, DPW Kalteng Berikan Penghargaan kepada Hartany Soekarno sebagai Tokoh Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

HUT ke-27 IPJI, DPW Kalteng Gelar Donor Darah dan Bagikan Sembako untuk Masyarakat

Berita Terbaru