Kasus DBD Meningkat di Palangka Raya, Dinkes Keluarkan Imbauan Siaga Dini

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mencatat peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak awal Januari 2026. Kondisi cuaca ekstrem yang berubah cepat dari panas ke musim hujan dinilai menjadi pemicu berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebaran penyakit tersebut.

Berdasarkan data Dinkes, tercatat 16 kasus DBD dari Minggu pertama hingga Minggu ketiga Januari 2026. Jumlah itu diperkirakan masih dapat bertambah apabila langkah pencegahan tidak dilakukan secara masif.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, H Riduan, menyatakan lonjakan kasus ini berkorelasi erat dengan meningkatnya genangan air akibat curah hujan tinggi. Lingkungan yang lembap dan banyaknya wadah penampung air menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.

“Tren penularan di musim penghujan memang cenderung meningkat dan bisa berujung pada Kejadian Luar Biasa (KLB) jika tidak dikendalikan sejak dini,” ujar Riduan dalam surat edaran kewaspadaan dini bernomor 400.7/17/LIDINKES/2026 tertanggal 28 Januari 2026.

Baca Juga :  Ketika CFD, Satpamobvit Polresta Palangka Raya Hadir untuk Warga

Instruksi Siaga ke Wilayah

Mengantisipasi potensi lonjakan kasus, Dinkes menginstruksikan seluruh camat dan lurah di Palangka Raya untuk memperketat langkah pencegahan di wilayah masing-masing. Aparat kelurahan hingga RT/RW diminta aktif menggerakkan masyarakat dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Upaya pencegahan difokuskan pada gerakan 3M Plus, yakni:

Menguras tempat penampungan air secara rutin

Menutup rapat wadah penyimpanan air

Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air

Adapun langkah “Plus” mencakup penggunaan kelambu, obat anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, hingga memastikan saluran air tidak tersumbat.

Masyarakat juga dianjurkan menaburkan bubuk abate secara selektif pada tempat penampungan air yang sulit dikuras. Abate dapat diperoleh secara gratis di puskesmas.

“Peran masyarakat sangat krusial. Jangan menunggu sampai ada korban,” tegas Riduan.

Waspadai Gejala Awal

Dinkes turut mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala awal DBD, terutama demam tinggi mendadak selama 2–7 hari, nyeri otot, sakit kepala, hingga munculnya bintik merah di kulit. Warga diminta segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas, pustu, rumah sakit, atau dokter praktik mandiri.

Baca Juga :  Kabidhumas Polda Kalteng Perkuat Sinergi Informasi Publik Lewat Kunjungan ke TVRI Kalimantan

Penanganan dini dinilai penting untuk mencegah kondisi memburuk yang dapat berujung pada komplikasi serius bahkan kematian.

Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik

Sebagai penguatan pencegahan, Dinkes juga mendorong pelaksanaan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J). Program ini mengajak setiap keluarga menjadi pemantau jentik mandiri di rumah masing-masing.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah berharap lingkungan tempat tinggal benar-benar terbebas dari jentik nyamuk.

“DBD bukan hanya urusan tenaga kesehatan, tetapi tanggung jawab kita bersama,” kata Riduan.

Dengan tren kasus yang mulai meningkat di awal tahun, kewaspadaan kolektif dan aksi nyata dari tingkat rumah tangga hingga pemerintah daerah menjadi kunci agar Palangka Raya terhindar dari ancaman KLB DBD pada 2026. (*/rls/tim/red)

Berita Terkait

Keberagaman Organisasi Pers Adalah Kekuatan Demokrasi, Bukan Ancaman
Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Stranas PK Bukan Sekadar Kewajiban Pelaporan, Tapi Komitmen Nyata untuk Rakyat Kalimantan Tengah
Warga Rasakan Manfaat RTH Bundaran Besar, dari Olahraga hingga Ruang Berkumpul
GUBERNUR AGUSTIAR SABRAN SAMPAIKAN DUKA CITA, HADIRI LANGSUNG RUMAH DUKA IBUNDA TIMERASI LABAT
Gubernur Kalteng Ajak Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya di HUT ke-16 GERDAYAK Indonesia
Gerdayak Tekankan Soliditas Organisasi dan Penguatan Ketahanan Pangan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Kadishut Kalteng: Semangat Huma Betang Harus Menjadi Landasan Pembangunan Daerah Berkelanjutan
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kadishut Kalteng Dr. Agustan Saining Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:48 WIB

Keberagaman Organisasi Pers Adalah Kekuatan Demokrasi, Bukan Ancaman

Senin, 8 Juni 2026 - 16:15 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Stranas PK Bukan Sekadar Kewajiban Pelaporan, Tapi Komitmen Nyata untuk Rakyat Kalimantan Tengah

Senin, 8 Juni 2026 - 09:57 WIB

Warga Rasakan Manfaat RTH Bundaran Besar, dari Olahraga hingga Ruang Berkumpul

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:08 WIB

GUBERNUR AGUSTIAR SABRAN SAMPAIKAN DUKA CITA, HADIRI LANGSUNG RUMAH DUKA IBUNDA TIMERASI LABAT

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:40 WIB

Gubernur Kalteng Ajak Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya di HUT ke-16 GERDAYAK Indonesia

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page