LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan peran strategis Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Agustan Saining, menekankan bahwa keberadaan Posyandu tidak hanya sebatas layanan kesehatan dasar, tetapi juga bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkelanjutan.Kamis 29-4-2026.
Menurutnya, Posyandu telah menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang langsung menyentuh masyarakat, khususnya ibu dan anak. Dengan pendekatan yang lebih dekat dan partisipatif, Posyandu dinilai mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan di tingkat akar rumput.
“Posyandu adalah fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat. Dari sinilah pemantauan tumbuh kembang anak, pencegahan stunting, hingga edukasi kesehatan keluarga dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Agustan dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Ia juga menyoroti transformasi Posyandu yang kini mengacu pada penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang mencakup peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar, pemerataan akses, serta penguatan peran kader di lapangan. Transformasi ini diharapkan mampu menjadikan Posyandu lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Agustan menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam memperkuat Posyandu. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga peran aktif kader, tenaga kesehatan, hingga masyarakat luas sangat diperlukan untuk memastikan layanan berjalan optimal.
“Sinergi antara pemerintah daerah, kader Posyandu, dan masyarakat harus terus diperkuat. Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan daerah, lanjutnya, keberhasilan Posyandu juga berdampak pada sektor lain, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang pada akhirnya mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
Peringatan Hari Posyandu Nasional tahun ini mengusung semangat penguatan layanan berbasis masyarakat dengan slogan “Posyandu kuat, masyarakat sehat”. Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai dari tingkat paling dasar, yakni keluarga dan komunitas.
Dengan komitmen bersama dan dukungan berkelanjutan, Posyandu diharapkan terus berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Dari desa, kita bangun Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera,” pungkas Agustan.(*/rls/sgn/red)







