LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin pekat menyelimuti hampir seluruh wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026). Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.
Tim media yang menyusuri sejumlah wilayah Kota Palangka Raya sejak pagi hingga sore hari mendapati hampir seluruh kawasan diselimuti asap tebal. Di beberapa ruas jalan, jarak pandang bahkan diperkirakan hanya sekitar 20 meter.
Kondisi itu membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan. Kecepatan kendaraan pun diperlambat untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas akibat jarak pandang yang terbatas.
Di tengah perjalanan kami singgah menghampiri dan berbincang dengan sejumlah warga ,salah satunya bernama Ancah menyampaikan keluhan terkait dampak kabut asap yang semakin mengganggu aktivitas sehari-hari sebagai juru parkir di pasar kahayan dan tinggal di jalan Tingang palangka raya.
“Kalau tidak penting-penting sekali, rasanya malas keluar rumah. Asapnya sangat mengganggu. Mata saya perih, kemudian batuk, pilek dan kepala juga terasa pusing,” keluh salah seorang warga Palangka Raya.
Warga lainnya mengaku mulai khawatir jika kondisi kabut asap semakin parah pada hari-hari berikutnya, terutama terhadap anak-anak yang harus beraktivitas dan bersekolah.
“Kalau besok kondisinya masih seperti ini, kami kasihan dengan anak-anak yang harus bersekolah. Mereka harus keluar rumah di tengah asap seperti ini,” ujarnya.
Kabut asap yang semakin pekat menjadi pengingat bahwa dampak Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran lahan. Asap yang menyebar ke kawasan permukiman dan jalan raya turut mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga mobilitas warga.
Warga berharap penanganan Karhutla dapat terus dilakukan secara maksimal, sementara hujan segera turun untuk membantu memadamkan titik-titik api yang masih membakar hutan dan lahan.
“Kami sebagai warga Palangka Raya hanya bisa berdoa semoga segera turun hujan. Semoga api cepat padam, asap hilang dan kami bisa melihat lagi langit biru,” harap warga.
Di tengah pekatnya kabut asap, keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Pengendara diimbau mengurangi kecepatan, menyalakan lampu kendaraan, menjaga jarak aman dan menggunakan perlindungan yang diperlukan saat melintas di ruas jalan yang jarak pandangnya terbatas. (*/rls/red)







