Janji Menikahi Berujung Luka, Mahasiswi di Palangka Raya Curhat ke Cak Sam Polda Kalteng Setelah Ditinggalkan Kekasih: Mediasi Virtual Berakhir Damai

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Kisah pilu seorang mahasiswi muda di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyita perhatian publik setelah curahan hatinya sampai ke layanan pengaduan Cak Sam Polda Kalteng. Perempuan berinisial Bunga (18) mengaku mengalami guncangan emosional mendalam usai diputuskan secara sepihak oleh kekasihnya, Kumbang (17), seorang pelajar kelas 12 SMK di Kuala Kapuas, dengan alasan sederhana namun menyakitkan: “sudah tidak ada rasa.”

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (17/4/2026) itu bermula dari hubungan asmara keduanya yang telah terjalin selama kurang lebih satu tahun. Bunga dan Kumbang diketahui mulai berpacaran sejak keduanya masih sama-sama menempuh pendidikan di Kota Kuala Kapuas.

Kala itu, Kumbang merupakan adik kelas Bunga. Seiring berjalannya waktu, Bunga melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Palangka Raya, sementara Kumbang masih menyelesaikan sekolah menengah kejuruan.

Meski terpisah jarak, hubungan keduanya disebut tetap berjalan intens. Namun, di balik hubungan yang terlihat harmonis, tersimpan persoalan yang kemudian menjadi sumber luka mendalam bagi Bunga.

Menurut pengakuannya, selama menjalin asmara, Kumbang beberapa kali membujuk dirinya untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Bujukan tersebut disertai janji bahwa dirinya akan bertanggung jawab dan suatu hari akan menikahi Bunga.

Baca Juga :  Hujan Lebat, Jalan Galaxy Palangka Raya Kembali Banjir, Warga Soroti Drainase

Kepercayaan dan rasa sayang yang begitu besar membuat Bunga luluh. Ia akhirnya menuruti permintaan sang kekasih, meski sebelumnya mengaku belum pernah melakukan hal tersebut dengan siapa pun.

“Awalnya saya percaya karena dia bilang akan bertanggung jawab dan serius dengan hubungan ini,” ungkap Bunga dalam curhatannya.

Selama hampir satu tahun hubungan berjalan, Bunga mengaku sudah tidak lagi mengingat berapa kali dirinya melakukan hubungan intim dengan Kumbang. Semua itu, menurutnya, dilakukan atas dasar keyakinan bahwa hubungan mereka akan berakhir di pelaminan.

Namun, harapan itu mendadak runtuh pada April 2026.

Tanpa pertanda, Kumbang secara tiba-tiba memutuskan hubungan. Alasan yang disampaikan pun membuat Bunga semakin terpukul, yakni karena perasaannya sudah berubah dan tidak lagi memiliki rasa cinta.

Pengakuan tersebut sontak membuat Bunga syok. Ia merasa dikhianati oleh janji yang sebelumnya begitu meyakinkan.

Dalam kondisi emosional yang tidak stabil, Bunga akhirnya memutuskan untuk mencari bantuan dengan menghubungi Cak Sam Polda Kalteng, sebuah kanal pengaduan dan konsultasi yang kerap menjadi tempat masyarakat menyampaikan persoalan sosial maupun pribadi.

Baca Juga :  BNNP Kalteng Tegaskan Perang Total Melawan Narkoba, Dorong P4GN Jadi Gerakan Kolektif di Barito Timur

Menindaklanjuti laporan tersebut, Cak Sam kemudian mengambil langkah mediasi dengan menghubungi Kumbang secara langsung.

Proses pembinaan dilakukan secara virtual dan disaksikan langsung oleh Bunga. Dalam mediasi tersebut, Kumbang diberikan pemahaman mengenai tanggung jawab moral, etika dalam hubungan, serta pentingnya menjaga komitmen dan tidak mempermainkan perasaan orang lain.

Setelah melalui proses pembinaan, Kumbang akhirnya menyatakan kesediaannya untuk kembali menjalin hubungan dengan Bunga. Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, termasuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang serta tidak meninggalkan Bunga secara sepihak lagi.

Kasus ini menjadi sorotan karena menggambarkan persoalan relasi remaja dan mahasiswa yang rentan terhadap bujuk rayu, janji manis, serta tekanan emosional dalam hubungan asmara.

Di sisi lain, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat penting bagi generasi muda agar lebih berhati-hati dalam membangun relasi, menjaga batasan, dan tidak mudah percaya pada janji yang belum tentu diwujudkan.

Pihak terkait mengimbau agar persoalan hubungan yang berpotensi menimbulkan dampak psikologis serius dapat diselesaikan dengan pendekatan dialog, pendampingan keluarga, dan pembinaan yang tepat. (*/rls/cak/red)

 

Berita Terkait

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page