Eks Bandar Besar Narkoba Di Kampung Puntun Palangka Raya ” Saleh ” Divonis 7 Tahun Penjara atas Kasus TPPU

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya – Mantan bandar narkotika yang dikenal dengan julukan “Pablo Escobar Kampung Puntun”, Salihin alias Saleh, resmi dijatuhi vonis tujuh tahun penjara dalam perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya, Kamis (22/1/2026).

Vonis tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Majelis Hakim Sri Hasnawati dalam sidang putusan yang digelar terbuka untuk umum.

Selain pidana penjara, terdakwa juga dijatuhi denda sebesar Rp500 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan, yang dapat diperpanjang satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika tetap tidak dibayar, harta benda terdakwa akan disita dan dilelang, dan apabila hasil lelang tidak mencukupi, akan diganti dengan pidana penjara selama 140 hari.

“Majelis hakim menyatakan terdakwa Salihin terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana diatur dalam Pasal 607 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru,” ujar Sri Hasnawati dalam amar putusannya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kotabaru Berharap Atlet Kotabaru Harumkan Nama Daerah di Porprov ke XII Tahun 2025

Dalam perkara ini, majelis hakim juga menetapkan sejumlah barang bukti bernilai ekonomi tinggi untuk dirampas negara, di antaranya uang tunai sebesar Rp902.504.000, beberapa unit telepon genggam, dua bidang tanah dan bangunan di Jalan Meranti IV Kelurahan Panarung, serta sebuah ruko dua lantai di Jalan Dr. Murjani, Kota Palangka Raya.

Vonis tersebut lebih berat satu tahun dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan penjara, berdasarkan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Majelis hakim mempertimbangkan sejumlah hal dalam putusan itu. Faktor yang memberatkan, terdakwa diketahui pernah dihukum dalam perkara narkotika. Sementara hal yang meringankan, terdakwa dinilai bersikap sopan selama persidangan serta masih memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya.

Usai putusan dibacakan, Saleh memilih tidak memberikan komentar dan menyatakan akan memikirkan langkah hukum selanjutnya. Sikap serupa juga disampaikan oleh kuasa hukum terdakwa maupun pihak JPU.

Baca Juga :  Pastikan Bersih dari Narkoba, Kapolda Kalteng dan Pejabat Utama Lakukan Tes Urine

JPU Dwinanto Agung Wibowo mengapresiasi putusan majelis hakim tersebut dan menyebutnya sebagai preseden penting dalam upaya memiskinkan bandar narkotika melalui jeratan TPPU.

“Putusan ini menjadi contoh bahwa bandar narkoba tidak hanya dihukum badan, tetapi juga harus kehilangan hasil kejahatannya,” ujarnya.

Dwinanto menambahkan, pihaknya masih akan mempelajari salinan putusan sebelum menentukan sikap hukum berikutnya setelah berkoordinasi dengan pimpinan.

Terkait kemungkinan penempatan Saleh di Lapas Nusa Kambangan, Dwinanto menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Namun ia memastikan bahwa saat ini Saleh berstatus sebagai narapidana titipan dan akan kembali ke lapas tersebut sesuai keputusan yang dikeluarkan otoritas terkait.

Jika dihitung secara keseluruhan, total hukuman yang harus dijalani Saleh dapat mencapai 17 tahun penjara, mengingat sebelumnya ia juga telah divonis tujuh tahun penjara dalam perkara narkotika.(*/rls/tim/red)

Berita Terkait

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page