LINTAS KALIMANTAN | Bupati Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah, menekankan pentingnya deteksi dini dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar kebakaran tidak meluas. Hal ini mencermati beberapa kejadian karhutla di sejumlah wilayah Kobar, termasuk kawasan Kilometer 20 Jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama, Jumat malam (11/9).
Bupati bersama Wakil Bupati Suyanto turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi kebakaran sekaligus melihat penanganan yang dilakukan personel Satgas Karhutla. Saat tiba, personel gabungan masih melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan lainnya.
Kawasan Kilometer 20 menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian karena berada di sekitar hutan dan lahan yang berpotensi mengalami perluasan kebakaran apabila tidak segera ditangani. Selain itu, lokasi tersebut berada di sisi jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat.
Menurut Hj. Nurhidayah, upaya penanganan karhutla harus dibarengi dengan penguatan pemantauan di tingkat kewilayahan. Deteksi terhadap munculnya titik api sejak awal dinilai penting agar petugas dapat segera mengambil langkah sebelum api berkembang dan sulit dikendalikan.
“Koordinasi dan pemantauan harus terus diperkuat. Camat, lurah dan kepala desa harus mengetahui kondisi di wilayahnya masing-masing, sehingga apabila ada indikasi kebakaran dapat segera dilaporkan dan ditangani,” ujar Hj. Nurhidayah.
Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab personel yang berada di lokasi kebakaran. Pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa memiliki peran penting dalam membantu memantau kondisi wilayah serta memastikan informasi mengenai titik api dapat diterima dengan cepat.
Bupati juga meminta seluruh unsur untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama pada wilayah yang saat ini terdapat aktivitas kebakaran. Informasi yang disampaikan sejak dini akan membantu mempercepat pengerahan personel dan peralatan menuju lokasi.
Pemantauan langsung yang dilakukan pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan karhutla berjalan sesuai kondisi aktual di lapangan. Koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam, pengelola kawasan dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan kebakaran.
“Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran. Dengan deteksi dini dan koordinasi yang cepat, api dapat dikendalikan sedini mungkin sehingga tidak meluas ke kawasan lainnya,” pungkasnya. (*)







