Arnoldus Pemeran Yesus di Jumat Agung: Pengalaman yang Mengubah Hidup

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTASKALIMANTAN.CO | Perayaan Jumat Agung di Gereja Katolik ST. Montfort PIR Butong, Desa Bukit Sawit, Kecamatan Teweh Selatan, berlangsung khidmat dan penuh penghayatan. Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Arnoldus, pegawai staf desa Bukit Sawit, yang dipercaya memerankan Yesus Kristus dalam drama Jalan Salib.

Bagi Arnoldus, peran tersebut bukan sekadar bagian dari seremoni keagamaan, melainkan menjadi pengalaman spiritual yang sangat mendalam. Ia mengaku momen tersebut menjadi titik refleksi dalam perjalanan hidupnya.

“Pengalaman ini benar-benar menyentuh hati saya. Saya semakin menyadari betapa besar pengorbanan Yesus bagi umat manusia,” ungkap Arnoldus kepada media ini di Muara Teweh Senin (06/04/26).

Baca Juga :  Gubernur Agustiar Sabran Usul Legalisasi Pengecer BBM Saat Krisis Antrean SPBU di Palangka Raya


Dalam pementasan tersebut, Arnoldus menjalani berbagai adegan penuh emosi, mulai dari olok-olok, pencambukan, hingga penyaliban. Ia bahkan mengaku mendalami peran secara total, termasuk saat adegan dicambuk tanpa menggunakan alas.

“Saya mencoba menghayati setiap adegan, terutama saat dicambuk. Dari situ saya bisa merasakan, walaupun hanya sedikit, bagaimana penderitaan Yesus saat menanggung beban dosa manusia,” jelasnya.

Ia menambahkan, rasa sakit fisik yang dirasakan saat adegan tersebut tidak sebanding dengan makna yang ia peroleh. Justru dari situ, ia semakin tersadar akan kelemahan manusia yang kerap jatuh dalam dosa.


“Sebagai manusia, kita punya keterbatasan dan sering kali jatuh dalam dosa. Tapi Yesus sudah menanggung semua itu untuk kita,” katanya.

Baca Juga :  Sekretaris DPRD Barito Utara: Sholat Berjamaah Perkuat Spiritualitas ASN dan Sinergi Antarperangkat Daerah

Arnoldus juga mengaku merasakan kesedihan mendalam saat menjalani adegan-adegan penderitaan tersebut.

“Waktu adegan diolok-olok, dicambuk, sampai disalib, rasanya sakit dan sedih. Itu benar-benar saya rasakan,” ujarnya.

Melalui pengalaman ini, Arnoldus bertekad untuk memperbaiki diri dan menjalani hidup dengan lebih baik ke depannya.

“Ke depan, saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan,” tutupnya.

Perayaan Jumat Agung di Gereja Katolik ST. Montfort PIR Butong sendiri menjadi momen penting bagi umat untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus, sekaligus memperkuat iman dan refleksi diri dalam kehidupan sehari-hari. (*/rls/peli/red)

Berita Terkait

Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas
PT BGA Salurkan Sembako, Masker dan BBM untuk Penanganan Karhutla
Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata
Kades Pangkalan Satu Diduga Tidak Konsisten Dengan Pernyataan Dalam Sengketa Lahan
Dispora Kobar Lepas Atlet Tenis Meja ke Kejurnas
PT Pelindo Regional 3 Pelabuhan Kumai Pastikan Arus Kapal Penumpang dan Roro Tetap Terkendali
Sengketa Tanah di Pangkalan Satu Diharapkan Tetap Jaga Kondusifitas Kobar
Kerapatan Mantir Adat Imbau Para Pihak Dapat Menahan Diri Dalam Sengketa Lahan di Desa Pangkalan Satu

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:49 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas

Minggu, 20 September 2026 - 20:16 WIB

PT BGA Salurkan Sembako, Masker dan BBM untuk Penanganan Karhutla

Sabtu, 19 September 2026 - 20:17 WIB

Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata

Sabtu, 19 September 2026 - 13:36 WIB

Kades Pangkalan Satu Diduga Tidak Konsisten Dengan Pernyataan Dalam Sengketa Lahan

Jumat, 18 September 2026 - 10:39 WIB

Dispora Kobar Lepas Atlet Tenis Meja ke Kejurnas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page