LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, secara resmi meluncurkan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah dalam sebuah seremoni yang digelar di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu malam. Kegiatan ini dirangkai dengan gelaran Huma Betang Night 2026 yang menjadi simbol penguatan identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Dalam peluncuran tersebut, Agustiar hadir didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo serta Penjabat Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden. Momentum ini dimanfaatkan pemerintah provinsi untuk menegaskan arah pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pelestarian budaya lokal.
Agustiar Sabran menekankan bahwa peringatan Hari Jadi ke-69 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi perjalanan panjang Kalimantan Tengah dalam membangun daerah yang inklusif dan berdaya saing. Ia menyebut semangat “Isen Mulang” harus terus dihidupkan sebagai landasan moral dan sosial dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
“Perayaan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. Kita ingin memastikan pembangunan berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Agustiar.
Huma Betang Night 2026 menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian kegiatan tersebut. Acara ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional dan modern yang menggambarkan kekayaan budaya Dayak serta keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah. Ribuan warga tampak memadati kawasan Bundaran Besar untuk menyaksikan pertunjukan yang berlangsung meriah.
Tidak hanya menampilkan sisi budaya, pemerintah provinsi juga memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Stan-stan UMKM lokal berjajar di sekitar lokasi acara, menawarkan berbagai produk unggulan mulai dari kuliner hingga kerajinan khas daerah.
Menurut Agustiar, keberadaan UMKM dalam kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Ia menilai UMKM memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama di tengah dinamika global.
Selain itu, peluncuran Hari Jadi ke-69 juga ditandai dengan sejumlah inovasi pelayanan publik. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkenalkan kanal pengaduan masyarakat “Lapor Pak Gub” sebagai sarana komunikasi langsung antara warga dan pemerintah.
Di sektor keuangan, penguatan sistem pembayaran digital melalui QRIS Bank Kalteng turut menjadi sorotan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di daerah serta mempermudah transaksi masyarakat dan pelaku usaha.
Tak kalah penting, pemerintah juga meresmikan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat dan ramah bagi masyarakat. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang interaksi sosial sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Suasana malam peluncuran semakin semarak dengan berbagai hiburan yang memadukan unsur tradisional dan modern. Masyarakat dari berbagai kalangan tampak larut dalam kebersamaan, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi ciri khas Kalimantan Tengah.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Agustiar Sabran menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Ia berharap peringatan Hari Jadi ke-69 dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun Kalimantan Tengah yang semakin maju tanpa meninggalkan akar budaya.(*/rls/sgn/red)







