Ketua TP PKK Kalteng Dorong Penguatan SDM Berbasis Keluarga, Target Stunting 18,8 Persen pada 2026

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) berbasis keluarga menjadi prioritas utama dalam arah kebijakan pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (29/4/2026).

Menurut Aisyah, pembangunan keluarga merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi unggul menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Hal ini sejalan dengan implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 yang menempatkan SDM sebagai pilar utama pembangunan.

“Rakorda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung program prioritas nasional, sekaligus mewujudkan visi Kalteng Berkah dan Kalteng Maju menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Aisyah.

Ia menekankan bahwa tahun 2026 merupakan fase penting dalam pelaksanaan RPJMD, di mana intervensi pembangunan harus semakin terarah dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama melalui penguatan institusi keluarga.

Tren Stunting Menurun, Upaya Perlu Diperkuat

Dalam paparannya, Aisyah mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Kalimantan Tengah menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari 27,4 persen pada 2021, angka tersebut turun menjadi 22,1 persen pada 2024.

Pemerintah daerah menargetkan penurunan lebih lanjut menjadi 20,6 persen pada 2025 dan mencapai 18,8 persen pada 2026.

“Capaian ini tentu patut diapresiasi, namun tidak boleh membuat kita lengah. Dibutuhkan kerja keras yang lebih terintegrasi, terarah, dan berkelanjutan agar target dapat tercapai,” tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan semata, melainkan juga menyangkut kualitas SDM, produktivitas, serta daya saing daerah dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Kabag Ops Polres Kobar Pimpin Apel Pagi, Tekankan Kedisiplinan dan Kesiapsiagaan

“Stunting adalah isu multidimensi yang berkaitan erat dengan kemiskinan, pola asuh, sanitasi, hingga akses layanan dasar. Oleh karena itu, penanganannya harus melibatkan seluruh sektor,” jelasnya.

Peran Strategis Program Bangga Kencana

Aisyah juga menyoroti pentingnya Program Bangga Kencana sebagai instrumen strategis dalam pembangunan keluarga. Program ini mencakup intervensi sepanjang siklus kehidupan, dengan fokus utama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang menjadi periode krusial dalam pencegahan stunting.

Sejumlah program prioritas yang terus diperkuat antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta program pemberdayaan lansia (SIDAYA).

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan platform digital dalam edukasi keluarga serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Semua program ini harus dijalankan secara optimal dan tepat sasaran agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Aisyah menegaskan bahwa keberhasilan program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting sangat ditentukan oleh sinergi lintas sektor, koordinasi yang solid, serta kualitas implementasi di tingkat daerah.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, hingga masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap intervensi berbasis data.

“Rakorda ini bukan sekadar forum koordinasi, tetapi juga menjadi ruang evaluasi untuk memastikan bahwa setiap program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Penguatan Data dan Evaluasi Program

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menekankan pentingnya peningkatan kualitas data dalam mendukung kebijakan penurunan stunting.

Menurutnya, penurunan prevalensi stunting dari 23,5 persen pada 2023 menjadi 22,1 persen pada 2024 merupakan capaian positif, namun masih membutuhkan upaya optimal untuk mencapai target 18,8 persen pada 2026.

Baca Juga :  Anggota DPRD Ini Berharap Bantuan Bibit Kelapa Sawit Dari Pemerintah Tersalurkan Tepat Sasaran untuk Kesejahteraan Petani

“Diperlukan monitoring dan evaluasi yang konsisten, pengukuran 31 indikator layanan, serta evaluasi realisasi anggaran agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar Indikator Kinerja Utama (IKU) Program Bangga Kencana tahun 2025 telah mencapai kategori minimal “Baik”, meskipun masih terdapat beberapa indikator yang perlu mendapat perhatian, seperti tingginya angka kehamilan tidak diinginkan.

Dukungan Pemerintah Pusat

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wahyuniati, yang hadir secara daring, menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan keluarga.

Ia menyebutkan bahwa program pembangunan keluarga telah terintegrasi dengan delapan program prioritas nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta percepatan penurunan stunting berbasis keluarga.

“Seluruh pihak diharapkan dapat menyusun strategi bersama untuk meningkatkan capaian program dan mengatasi berbagai tantangan di lapangan,” katanya.

Apresiasi Kinerja Daerah

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pemerintah provinsi juga menyerahkan penghargaan kepada pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang telah menyelesaikan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029 serta menunjukkan kinerja baik dalam penanganan stunting tahun 2025.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, para bupati dan wali kota, Ketua TP PKK kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan media.

Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor dan fokus pada pembangunan keluarga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah optimistis target penurunan stunting dapat tercapai, sekaligus mempercepat terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.(*/rls/sgn/red)

 

 

 

Sumber MMC Kalteng

Berita Terkait

Dukung Program Asta Cita, Polsek Katingan Hilir laksanakan Pengecekan Lahan Ketahanan Pangan di Desa Hampalit
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Tekankan Harmoni Hubungan Industrial pada May Day 2026
Jaga Kondusifitas May Day 2026, Polres Murung Raya Gelar Patroli Skala Besar
Polres Murung Raya Gelar Apel Siaga Pengamanan May Day, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Pendekatan Humanis
Anggota DPRD Ini Berharap Bantuan Bibit Kelapa Sawit Dari Pemerintah Tersalurkan Tepat Sasaran untuk Kesejahteraan Petani
Kadishut Kalteng Agustan Saining: Hari Buruh Momentum Perkuat Peran Pekerja dalam Pelestarian Hutan dan Pembangunan Berkelanjutan
Polsek Rungan Gelar Jumat Curhat, Perkuat Sinergitas dengan Warga Desa Karya Bhakti
Kesbangpol Barito Utara Perkuat Pencegahan Konflik Sosial, Rayadi Tekankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:00 WIB

Dukung Program Asta Cita, Polsek Katingan Hilir laksanakan Pengecekan Lahan Ketahanan Pangan di Desa Hampalit

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:47 WIB

Ketua TP PKK Kalteng Dorong Penguatan SDM Berbasis Keluarga, Target Stunting 18,8 Persen pada 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:25 WIB

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Tekankan Harmoni Hubungan Industrial pada May Day 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Jaga Kondusifitas May Day 2026, Polres Murung Raya Gelar Patroli Skala Besar

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:56 WIB

Polres Murung Raya Gelar Apel Siaga Pengamanan May Day, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page