LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat keterbukaan informasi publik serta membangun komunikasi yang sehat dengan insan pers sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Komitmen tersebut disampaikan saat Pertemuan Bersama Insan Pers yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Istana Isen Mulang, Kota Palangka Raya, Jumat (17/4/2026).
Forum yang dihadiri jajaran kepala perangkat daerah, pejabat strategis pemprov, serta para jurnalis dari berbagai media di Kalimantan Tengah itu menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas berbagai persoalan aktual yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Agustiar Sabran menegaskan bahwa media memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.
Menurutnya, pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dari kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dan transparansi informasi kepada media sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Agustiar Sabran.
Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi merupakan fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Karena itu, sinergi dengan insan pers harus terus diperkuat agar masyarakat memperoleh informasi yang objektif, akurat, dan berimbang terkait berbagai program pembangunan yang sedang dan akan dijalankan pemerintah daerah.
“Pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan daerah. Kolaborasi ini harus terus kita jaga demi Kalimantan Tengah yang semakin maju dan sejahtera,” tegasnya.
Gubernur juga menilai peran media sangat penting dalam menyerap aspirasi masyarakat, terutama terhadap berbagai persoalan yang berkembang di daerah.
Dalam sesi dialog dan tanya jawab, sejumlah jurnalis menyampaikan berbagai isu strategis yang menjadi perhatian publik.
Salah satu isu yang paling menonjol adalah persoalan tambang rakyat dan aktivitas pertambangan ilegal yang masih menjadi sorotan masyarakat.
Sejumlah awak media menyuarakan aspirasi warga agar pemerintah segera memberikan kepastian hukum terkait wilayah pertambangan rakyat, sehingga aktivitas masyarakat yang menggantungkan ekonomi dari sektor tersebut dapat berjalan sesuai regulasi.
Selain itu, persoalan peredaran narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan di sejumlah wilayah juga turut menjadi bahan diskusi dalam forum tersebut.
Tidak hanya itu, keresahan masyarakat terkait kelangkaan BBM dan antrean panjang di berbagai SPBU di Kalimantan Tengah juga menjadi pertanyaan utama yang disampaikan insan pers.
Para jurnalis mempertanyakan apakah kondisi tersebut disebabkan oleh gangguan distribusi, kelangkaan stok, atau adanya dugaan praktik penimbunan yang merugikan masyarakat.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Agustiar Sabran menyatakan pemerintah provinsi terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap seluruh isu strategis yang berkembang.
Ia menegaskan bahwa sektor pertambangan rakyat, stabilitas ekonomi, pengendalian inflasi, penanganan narkoba, hingga distribusi bahan bakar minyak merupakan perhatian serius pemerintah daerah.
“Terima kasih atas seluruh masukan, kritik, dan pemberitaan positif dari rekan-rekan media. Semua persoalan yang berkembang saat ini, termasuk inflasi, kondisi perekonomian, persoalan BBM, dan masalah sosial lainnya, menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.
Menurut gubernur, pemerintah akan terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Langkah itu, kata dia, mencakup upaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, memperkuat sektor ekonomi daerah, serta memastikan distribusi BBM berjalan normal dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, turut memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah daerah.
Salah satunya adalah program Kartu Huma Betang Sejahtera, yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Agustiar Sabran.
Program tersebut ditujukan untuk memperkuat perlindungan sosial masyarakat dan memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.
“Harapan kita, penerima manfaat Kartu Huma Betang Sejahtera benar-benar masyarakat yang tepat sasaran sesuai program gubernur,” ujar Rangga.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leane Aden, menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan insan pers.
Menurutnya, komunikasi dua arah yang terbangun melalui forum rutin seperti ini menjadi fondasi penting dalam mendukung suksesnya pembangunan daerah.
“Kami berharap hubungan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan insan pers semakin baik ke depan untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah,” katanya.
Melalui pertemuan tersebut, Gubernur Agustiar Sabran kembali menegaskan bahwa media merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga demokrasi daerah serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Ia berharap sinergi yang telah terjalin selama ini dapat terus ditingkatkan demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. (*/rls/sgn/red)








