Suriansyah Halim: Pancasila Harus Menjadi Kompas Moral Bangsa di Tengah Tantangan Zaman

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai dasar negara. Pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, praktisi hukum Kalimantan Tengah, Suriansyah Halim SH MH, menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Suriansyah Halim yang juga menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kalimantan Tengah serta Ketua Lembaga Bantuan Hukum Penegak Hukum Rakyat Indonesia (LBH PHRI) Kalimantan Tengah menilai, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut ketahanan ideologi, persatuan sosial, dan kualitas demokrasi.

Menurutnya, derasnya arus informasi, meningkatnya polarisasi politik, hingga berkembangnya berbagai paham yang berpotensi memecah belah masyarakat menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila.

“Di tengah derasnya arus informasi, polarisasi politik, hingga berkembangnya berbagai paham yang berpotensi memecah belah masyarakat, Pancasila harus kembali ditempatkan sebagai kompas moral dan pedoman hidup berbangsa. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan zaman,” ujar Suriansyah, Senin (1/6/2026).

Baca Juga :  Pererat Kemitraan, Bhabinkamtibmas Pahandut Seberang Lakukan Sambang DDS ke Ketua RT 01

Ia menegaskan, tema Hari Lahir Pancasila tahun ini mengandung pesan kuat bahwa persatuan nasional merupakan modal utama Indonesia untuk berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia. Sebagai bangsa yang dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa, Indonesia telah menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan yang menyatukan.

Suriansyah menilai implementasi Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghormati perbedaan, menegakkan keadilan, mengedepankan musyawarah, hingga memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan seremonial yang diucapkan setiap peringatan 1 Juni. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus hadir dalam setiap kebijakan, penegakan hukum, pelayanan publik, hingga perilaku masyarakat sehari-hari. Ketika Pancasila benar-benar diamalkan, maka persatuan bangsa akan semakin kokoh dan cita-cita keadilan sosial dapat terwujud,” tegasnya.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan, Rumkit Bhayangkara Tandatangani Perjanjian Kerjasama Rujukan Pasien Bersama Rutan Kelas IIA Palangka Raya – Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya memperkuat jejaring layanan kesehatan melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama Rujukan Pasien dengan Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Selasa (2/12/2025). Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya AKBP dr. Anton Sudarto, MARS., MH., bersama Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIA Wayan Arya Budiartama, Amd. IP., S.H., M.A.P., yang disaksikan langsung oleh Kakanwil I Putu Murdiana, Amd. IP., S.H., M.H. Kerjasama ini bertujuan untuk memastikan proses rujukan pasien dari Rutan Kelas IIA ke Rumkit Bhayangkara berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar pelayanan medis yang berlaku. Melalui kesepakatan tersebut, kedua belah pihak sepakat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi warga binaan yang memerlukan penanganan lanjutan. Dalam sambutannya, Karumkit Bhayangkara Polda Kalteng mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang efektif dan tepat sasaran. “Dengan adanya perjanjian ini, kami berharap proses rujukan dapat berjalan lebih baik, tertib administrasi, serta memberikan pelayanan medis yang optimal bagi warga binaan yang membutuhkan penanganan lanjutan,” ujarnya. Sementara itu, Kakanwil I Putu Murdiana, Amd. IP., S.H., M.H., menyambut baik kerjasama tersebut dan menilai bahwa kolaborasi ini akan meningkatkan jaminan layanan kesehatan bagi warga binaan. “Kerjasama ini menjadi bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang layak dan terstandar bagi warga binaan. Rumkit Bhayangkara merupakan mitra yang tepat untuk mendukung hal tersebut,” ungkapnya. Melalui penandatanganan ini, kedua institusi menegaskan komitmen bersama untuk terus berkoordinasi secara berkelanjutan demi memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya dalam sistem rujukan yang cepat, tepat, dan profesional. (Har/Adji)

Lebih lanjut, Suriansyah mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat komitmen kebangsaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman disintegrasi.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.

“Perbedaan adalah kekuatan bangsa Indonesia. Pancasila telah membuktikan kemampuannya mempersatukan jutaan rakyat dengan latar belakang yang beragam. Karena itu, tugas kita bersama adalah menjaga warisan luhur ini agar tetap hidup dan menjadi pedoman bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum refleksi bersama bahwa persatuan, toleransi, dan keadilan sosial merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap menjadi landasan kuat bagi Indonesia untuk terus maju sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia. (*/rls/sgn/red)

Berita Terkait

Taekwondo Kotabaru Sabet Juara Umum, Bawa Pulang 57 Medali dari Banjarmasin
Kabar PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi PNS Bikin Geger, Ini Penjelasan BKPSDM Kotabaru
HKT dan PDB Kalteng Bagikan 500 Masker Gratis, Ajak Warga Waspadai Dampak Karhutla
Kabut Asap Belum Mereda, KNPI Pulang Pisau Gelar Aksi Sosial Pembagian Masker dan Vitamin
Duka Kabut Asap Belum Usai, MES Pulang Pisau Hadirkan Bantuan Darurat Masker dan Vitamin untuk Pengendara
BEM SI Kerakyatan Kalteng Desak Pemerintah Prioritaskan Kesehatan Warga di Tengah Kabut Asap
Bocah Barito Selatan Mengadu kepada Prabowo: Kabut Asap Mengepung, Anak-anak Kesulitan Sekolah
Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Taekwondo Kotabaru Sabet Juara Umum, Bawa Pulang 57 Medali dari Banjarmasin

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Kabar PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi PNS Bikin Geger, Ini Penjelasan BKPSDM Kotabaru

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:51 WIB

HKT dan PDB Kalteng Bagikan 500 Masker Gratis, Ajak Warga Waspadai Dampak Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kabut Asap Belum Mereda, KNPI Pulang Pisau Gelar Aksi Sosial Pembagian Masker dan Vitamin

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Duka Kabut Asap Belum Usai, MES Pulang Pisau Hadirkan Bantuan Darurat Masker dan Vitamin untuk Pengendara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page