Dorong SDM dan UMKM, BGA Hadirkan Sekolah Desa Berdaya di Kobar

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat desa dengan meresmikan Sekolah Desa Berdaya di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Rabu (22/1/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) di wilayah sekitar operasional perkebunan kelapa sawit.

Peresmian Sekolah Desa Berdaya di Kobar ini juga bertepatan dengan peringatan satu tahun berdirinya Sekolah Desa Berdaya Nanga Tayap di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Manajemen BGA, Prianto P.S, menyampaikan bahwa Sekolah Desa Berdaya merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya saat perkebunan memasuki masa peremajaan tanaman (replanting).

Menurutnya, program ini diarahkan untuk mendorong diversifikasi ekonomi berbasis kearifan lokal serta pengembangan usaha di luar sektor sawit.

“Sekolah Desa Berdaya dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan dan pilihan usaha yang lebih luas, sehingga mampu bertahan dan berkembang menghadapi perubahan ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Baca Juga :  Implementasikan Arahan RI 1, Kapolresta Palangka Raya Dampingi Kapolda Kalteng Kurve di Pasar Besar

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Asisten I Sekretariat Daerah Kobar, Tengku Ali Syabana, mengatakan kehadiran Sekolah Desa Berdaya menjadi harapan baru dalam percepatan pembangunan daerah.

“Program ini sejalan dengan arahan Bupati agar perusahaan turut berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung kemajuan daerah,” katanya.

Sekolah Desa Berdaya Kotawaringin telah mulai beroperasi sejak Juli 2025. Hingga kini, lebih dari 500 warga di sekitar wilayah operasional BGA di Kalimantan Tengah telah terlibat dalam program tersebut.

Dampak program ini antara lain terlihat dari meningkatnya produktivitas sawit swadaya, berkembangnya pelaku UMKM desa, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Corporate Affair Director PT BGA Johan Sukardi menambahkan, sepanjang tahun 2025 program Sekolah Desa Berdaya juga mendampingi putra-putri desa dalam mengikuti seleksi TNI dan Polri. Dari pendampingan tersebut, dua peserta dinyatakan lolos dan kini bertugas di Jakarta dan Pontianak.

Baca Juga :  Pekan Olahraga Pencak Silat Kecamatan Teweh Tengah Tahun 2025 Resmi Ditutup, Perkuat Persaudaraan Antarperguruan

“Ini menjadi bukti bahwa program CSR mampu mendorong kemandirian serta meningkatkan kualitas generasi muda desa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bumitama, Rizki Munadhil menegaskan bahwa Sekolah Desa Berdaya BGA yang telah berjalan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah diarahkan sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat melalui penguatan hubungan sosial dan pengembangan usaha berkelanjutan.

Perintis pembangunan BGA di Kecamatan Kotawaringin Lama, Wedy Sulistyo, mengaku bangga atas kemajuan yang telah dicapai, baik di bidang ekonomi maupun sosial.

“Dengan adanya Sekolah Desa Berdaya, diharapkan kontribusi perusahaan terhadap pembangunan di Kabupaten Kobar, khususnya Kecamatan Kotawaringin Lama, semakin besar dan kemitraan yang terjalin semakin baik serta berkelanjutan,” tuturnya.

Kegiatan peresmian tersebut dihadiri perwakilan Bappenas, jajaran pemerintah daerah, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta tokoh adat sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap penguatan pemberdayaan masyarakat berbasis desa. (*)

Berita Terkait

Gubernur Agustiar Sabran Dorong Kemandirian Gunung Mas pada Peringatan Hari Jadi ke-24
Fraksi PDIP DPRD Barito Utara Minta OPD Sosialisasi Bahaya Konsumsi Obat Tanpa Pengawasan Tenaga Medis
Sekum DAD Barito Utara Klarifikasi Polemik Pemberitaan, Tegaskan Hinting Pali dan Portal Adat Tetap Dihormati sebagai Kearifan Lokal
Jalan Rusak KM 49 Muara Teweh–Puruk Cahu Picu Kemacetan Puluhan Kilometer, Pengguna Jalan Keluhkan Lambatnya Penanganan BPJN
FKM Soroti Proyek Jalan Desa Pulau Kaladan Rp1 Miliar, Minta Klarifikasi Dinas PUPR Kapuas
Anggota DPRD Patih Herman AB: Kapolres Cup 2026 Adalah Bukti Nyata Dukungan Polri Terhadap Atlet PBVSI Barito Utara
Satresnarkoba Polres Barito Utara Tangkap AS Pengedar Sabu di Kecamatan Teweh Baru
Reklamasi Lahan Eks Tambang PT REM di Barito Timur Jadi Sorotan, Publik Dorong Transparansi dan Percepatan Pemulihan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 20:31 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Dorong Kemandirian Gunung Mas pada Peringatan Hari Jadi ke-24

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:51 WIB

Fraksi PDIP DPRD Barito Utara Minta OPD Sosialisasi Bahaya Konsumsi Obat Tanpa Pengawasan Tenaga Medis

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:28 WIB

Sekum DAD Barito Utara Klarifikasi Polemik Pemberitaan, Tegaskan Hinting Pali dan Portal Adat Tetap Dihormati sebagai Kearifan Lokal

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:03 WIB

Jalan Rusak KM 49 Muara Teweh–Puruk Cahu Picu Kemacetan Puluhan Kilometer, Pengguna Jalan Keluhkan Lambatnya Penanganan BPJN

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:16 WIB

FKM Soroti Proyek Jalan Desa Pulau Kaladan Rp1 Miliar, Minta Klarifikasi Dinas PUPR Kapuas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page