LINTASKALIMANTAN.CO | Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Muhammad Iman Topik, S.IP., M.Si., turun langsung melakukan monitoring sarana dan prasarana pendidikan di sejumlah sekolah di Kecamatan Lahei Barat, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Dinas Pendidikan Barito Utara memastikan kondisi fasilitas sekolah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
Dalam monitoring tersebut, Kadis Pendidikan bersama jajaran meninjau sejumlah satuan pendidikan, di antaranya SDN 1 Teluk Malewai, SDN 1 Benao Hilir dan SDN 2 Benao Hulu.
Di SDN 1 Teluk Malewai, monitoring diarahkan pada sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan pembangunan laboratorium komputer, ruang guru/kantor serta pagar sekolah. Sementara di SDN 1 Benao Hilir, rombongan melihat kondisi dan progres sejumlah fasilitas, seperti rehabilitasi ruang perpustakaan, pembangunan laboratorium komputer dan pagar sekolah, penataan halaman serta pembangunan kantin.
Sedangkan di SDN 2 Benao Hulu, dilakukan pemantauan kondisi sarana dan prasarana sekolah. Pada tahun 2026, sekolah tersebut diketahui tidak mendapatkan pekerjaan fisik, sehingga monitoring menjadi bagian penting untuk melihat secara langsung kebutuhan yang ada di lapangan.
Pastikan Program Sesuai Kebutuhan Sekolah
M. Iman Topik mengatakan, monitoring langsung diperlukan agar Pemerintah tidak hanya memperoleh informasi berdasarkan laporan, tetapi juga dapat melihat kondisi sekolah secara nyata.
Menurutnya, sarana dan prasarana merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung terselenggaranya proses pendidikan yang nyaman dan berkualitas.
“Monitoring ini kita lakukan untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah. Kita ingin memastikan fasilitas yang ada dapat mendukung proses pembelajaran dan kebutuhan sekolah bisa terdata dengan baik,” ujar Topik.
Ia menjelaskan, setiap sekolah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pemantauan lapangan diperlukan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan maupun rehabilitasi sarana pendidikan.
“Yang paling penting adalah kita mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Dari sana kita bisa melihat mana yang sudah baik, mana yang masih membutuhkan perbaikan dan apa saja kebutuhan yang harus menjadi perhatian,” katanya.
Tidak Hanya Pembangunan Fisik
Topik menegaskan, perhatian terhadap dunia pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik. Infrastruktur sekolah memang penting, tetapi tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik.
Karena itu, keberadaan ruang belajar, perpustakaan, laboratorium komputer, ruang guru, pagar, halaman hingga fasilitas pendukung lainnya perlu diperhatikan secara berkelanjutan.
Monitoring juga menjadi sarana bagi Dinas Pendidikan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi sekolah-sekolah yang belum memperoleh pekerjaan fisik pada tahun berjalan.
“Sekolah yang belum mendapatkan pekerjaan fisik juga tetap kita pantau. Ini penting supaya kebutuhan mereka tetap tercatat dan dapat menjadi bahan dalam perencanaan ke depan,” ungkapnya.
Menurut Topik, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi satuan pendidikan di berbagai wilayah Barito Utara. Dengan pemantauan tersebut, diharapkan perencanaan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Ia berharap dukungan terhadap sarana pendidikan dapat terus ditingkatkan secara bertahap, sehingga sekolah-sekolah di wilayah Barito Utara, termasuk yang berada di kawasan pedesaan dan kecamatan, memiliki fasilitas yang semakin layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Intinya kita ingin memastikan pelayanan pendidikan terus meningkat. Sarana dan prasarana harus menjadi bagian yang mendukung guru dalam mengajar dan anak-anak dalam belajar,” pungkas Topik. (*/rls/anung)







