LINTAS KALIMANTAN | Gerakan Nol Sumbatan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Satuan Tugas (Satgas) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Kamis (3/9), Satgas SDA turun langsung melakukan pemeliharaan dan pembersihan saluran induk di Jalan Rambutan untuk memastikan aliran air tetap lancar sekaligus mengantisipasi potensi genangan dan banjir.
Saluran yang ditangani memiliki panjang sekitar 100 meter dengan lebar mencapai 2 meter. Dalam kegiatan tersebut, petugas membersihkan berbagai material yang berpotensi menghambat aliran, mulai dari sedimentasi, lumpur, sampah hingga tumbuhan liar.
Kepala Bidang SDA DPUPR Kobar, Nety Juniarty Nengsih, mengatakan pemeliharaan saluran dilakukan secara rutin sebagai langkah pencegahan agar fungsi jaringan drainase tetap optimal.
“Pemeliharaan saluran induk secara rutin merupakan langkah penting untuk menjaga kelancaran aliran air. Dengan saluran yang bersih dan tidak mengalami penyumbatan maupun pendangkalan, air hujan dapat mengalir dengan lebih optimal sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya genangan dan banjir,” ujar Nety.
Menurutnya, saluran induk mempunyai peran penting dalam mengalirkan sekaligus mengendalikan debit air, khususnya di kawasan permukiman dan lingkungan perkotaan.
Karena itu, pemeliharaan tidak hanya dilakukan ketika saluran mengalami persoalan, tetapi menjadi kegiatan berkelanjutan untuk mencegah gangguan terhadap sistem pengendalian air.
“Tujuan utama pemeliharaan ini adalah agar saluran tetap mampu menampung dan mengalirkan air dengan baik. Kami ingin memastikan kawasan sekitar terbebas dari genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun berdampak terhadap lingkungan dan infrastruktur,” tambahnya.
Nety menegaskan, Satgas SDA terus bergerak cepat menangani saluran yang membutuhkan pemeliharaan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen DPUPR Kobar dalam menjaga infrastruktur pengendali banjir agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Material hasil pembersihan juga ditangani dan ditempatkan agar tidak kembali masuk ke saluran. Langkah ini penting untuk memastikan pekerjaan tidak berhenti pada pengangkatan material, tetapi benar-benar menjaga saluran tetap terbebas dari sumbatan.
Melalui Gerakan Nol Sumbatan, DPUPR Kobar mendorong pemeliharaan saluran secara rutin sebagai langkah preventif menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi.
Dengan saluran yang bersih dan aliran air yang lebih optimal, upaya tersebut diharapkan mampu menekan risiko genangan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di sekitar Jalan Rambutan. (*)







