DPRD Barito Utara Dorong Pelatihan Anyaman Rotan Jadi Momentum Naik Kelas bagi Pengrajin Lokal

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Barito Utara, Hj Sri Neni Trianawaty.

Anggota DPRD Barito Utara, Hj Sri Neni Trianawaty.

LINTASKALIMANTAN.CO | Pelatihan anyaman rotan yang akan digelar Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertranskop-UKM) Kabupaten Barito Utara pada 9–10 September 2026 mendapat dukungan dari Anggota DPRD Barito Utara, Hj Sri Neni Trianawaty.

Wakil Ketua Komisi II ini menilai, pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan peningkatan keterampilan, tetapi harus menjadi momentum untuk mendorong kerajinan rotan masyarakat agar mampu berkembang menjadi produk bernilai ekonomi dan memiliki daya saing lebih tinggi.

Menurutnya, anyaman rotan merupakan salah satu potensi kerajinan lokal yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan berkelanjutan, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi desain, kualitas produk hingga pemasaran.

“Kami sangat mendukung kegiatan pelatihan seperti ini. Anyaman rotan merupakan salah satu potensi kerajinan masyarakat yang perlu terus dikembangkan, baik dari sisi keterampilan, kualitas maupun kreativitas produknya,” ujar Hj Sri Neni Trianawati, Sabtu (29/8/2026) di Muara Teweh.

Ia menilai, peningkatan keterampilan para pengrajin menjadi salah satu kunci agar produk anyaman rotan tidak hanya bertahan sebagai kerajinan tradisional, tetapi mampu mengikuti perkembangan selera pasar.

Baca Juga :  RESAHKAN WARGA KOTA MUTE..!! Dua Pengedar Sabu Ditangkap Polisi, Yang Belum Ditangkap Menunggu Giliran

Dengan sentuhan kreativitas dan inovasi, produk berbahan rotan dapat dikembangkan menjadi berbagai kebutuhan, mulai dari perabot rumah tangga, aksesori, cendera mata hingga produk dekorasi yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Jangan Berhenti di Pelatihan

Sri Neni juga menekankan pentingnya keberlanjutan setelah kegiatan pelatihan selesai. Menurutnya, pelatihan akan memberikan dampak maksimal apabila diikuti dengan pendampingan dan dukungan terhadap para pengrajin.

“Yang penting jangan berhenti pada pelatihannya saja. Setelah memiliki keterampilan, para pengrajin juga perlu mendapatkan pendampingan sehingga produk yang dihasilkan benar-benar bisa berkembang dan memiliki pasar,” ujarnya.

Ia berharap Disnakertranskop-UKM Barito Utara dapat melihat pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem usaha kecil berbasis potensi lokal.

Sebab, peningkatan keterampilan tanpa dibarengi akses pemasaran, pengembangan kemasan, inovasi produk dan akses terhadap permodalan berpotensi membuat hasil pelatihan tidak berkembang secara optimal.

Dorong Produk Lokal Berdaya Saing

Lebih jauh, Sri Neni mendorong agar kerajinan rotan Barito Utara dapat memiliki identitas dan ciri khas daerah. Produk lokal, menurutnya, harus memiliki kualitas yang mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun di luar daerah.

Baca Juga :  PERTAHANKAN HAK! Ratusan Warga Bintang Ninggi II Tolak Damang MAKI Lakukan Sidang Adat di Wilayah Desa

Pengembangan kerajinan juga dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Jika dikelola secara serius, sektor kerajinan tidak hanya menjadi kegiatan sampingan, tetapi dapat berkembang menjadi sumber pendapatan dan membuka lapangan pekerjaan.

Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah, DPRD, pelaku UMKM, pengrajin serta pihak terkait lainnya dinilai penting untuk membangun rantai usaha yang saling mendukung.

Pelatihan anyaman rotan pada 9–10 September 2026 mendatang pun diharapkan tidak hanya menghasilkan pengrajin yang lebih terampil, tetapi juga melahirkan produk-produk baru yang memiliki nilai tambah.

Bagi Sri Neni, mengembangkan kerajinan lokal berarti menjaga keterampilan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi potensi ekonomi daerah untuk tumbuh dari tingkat paling bawah.

“Potensi masyarakat harus kita dorong agar bisa menjadi kekuatan ekonomi daerah. Dengan keterampilan, kreativitas dan dukungan yang berkelanjutan, saya yakin kerajinan lokal kita bisa memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” pungkasnya. (*/rls/tim-red).

Berita Terkait

Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas
Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata
Kades Pangkalan Satu Diduga Tidak Konsisten Dengan Pernyataan Dalam Sengketa Lahan
Dispora Kobar Lepas Atlet Tenis Meja ke Kejurnas
PT Pelindo Regional 3 Pelabuhan Kumai Pastikan Arus Kapal Penumpang dan Roro Tetap Terkendali
Sengketa Tanah di Pangkalan Satu Diharapkan Tetap Jaga Kondusifitas Kobar
Kerapatan Mantir Adat Imbau Para Pihak Dapat Menahan Diri Dalam Sengketa Lahan di Desa Pangkalan Satu
Pemdes Pangkalan Satu Segera Mengambil Keputusan Pencabutan Surat Tanah Milik Aris

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:49 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas

Sabtu, 19 September 2026 - 13:36 WIB

Kades Pangkalan Satu Diduga Tidak Konsisten Dengan Pernyataan Dalam Sengketa Lahan

Jumat, 18 September 2026 - 10:39 WIB

Dispora Kobar Lepas Atlet Tenis Meja ke Kejurnas

Rabu, 16 September 2026 - 22:23 WIB

PT Pelindo Regional 3 Pelabuhan Kumai Pastikan Arus Kapal Penumpang dan Roro Tetap Terkendali

Selasa, 15 September 2026 - 13:19 WIB

Sengketa Tanah di Pangkalan Satu Diharapkan Tetap Jaga Kondusifitas Kobar

Berita Terbaru

LINTAS POLRI

Patroli Malam Polres Kapuas, 10 Pelaku Balap Liar Ditindak

Minggu, 20 Sep 2026 - 13:31 WIB

You cannot copy content of this page