LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah membakar sekitar 3.000 hektare lahan gambut. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengusulkan penambahan armada pemadaman udara untuk mempercepat pengendalian api.
Saat ini Kalimantan Tengah memiliki tiga unit pesawat water bombing. Namun, Gubernur Agustiar meminta penambahan hingga tujuh unit mengingat luasnya area kebakaran, khususnya di kawasan Palangka Raya-Pulang Pisau. BNPB menyatakan penambahan armada akan dilakukan secara bertahap, diawali satu unit pesawat yang dijadwalkan tiba pekan ini, disusul helikopter patroli dan helikopter operasi modifikasi cuaca.
Kepala BNPB menegaskan pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap upaya penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, termasuk dari sisi personel, peralatan, hingga pendanaan. Menurutnya, karakter lahan gambut membuat kebakaran di provinsi ini lebih sulit dipadamkan sehingga menjadi salah satu prioritas penanganan nasional.
Meski sempat muncul kabut asap di sebagian wilayah Palangka Raya dan Pulang Pisau, kondisi hingga Kamis malam dilaporkan masih terkendali. Pemerintah juga mengimbau masyarakat menggunakan masker sebagai langkah antisipasi apabila kualitas udara kembali menurun, sementara upaya pemadaman darat dan udara terus diintensifkan menjelang puncak musim kemarau pada Agustus–September 2026.(*/rls/sgn/red)







