LINTASKALIMANTAN.CO | Dialog 3 Tokoh muda ini berkomitmen untuk terus membangun kesadaran investasi di Provinsi Kalimantan Tengah pada khususnya di bumi Yang Berjuluk “Yamulik Bengkang Turan” di Kabupaten Barito Utara
Saat menghadiri acara pelantikan ASBADATA 6/1/26 di Aula Bapeda Muara Teweh, yang secara kebetulan 3 tokoh ketua-ketua organisasi masyarakat Dayak kebetulan bertemu dalam undangan yang sama hingga ngobrol didepan Aula Bapeda dengan terlihat semua sangat serius
3 tokoh di Barito Utara, yaitu Surya Baya (SBY), Setahan Awingnu, dan Hison, berkomitmen untuk membangun kesadaran investasi yang positif di Kalimantan Tengah, khususnya di Barito Utara. Mereka sepakat bahwa investasi harus membawa dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Mereka membahas beberapa polemik antara masyarakat dan investasi, seperti PT. BAT, PT. NPR, dan PT. MUTU, dan menekankan pentingnya kesatuan dan kerja sama antara masyarakat dan investor. Mereka juga sepakat bahwa warga sekitar harus dilibatkan dalam proses investasi dan bahwa investasi yang hanya mengeruk keuntungan tidak diinginkan di Barito Utara.
Tokoh-tokoh ini menekankan bahwa organisasi masyarakat harus menjadi mitra antara kepentingan masyarakat dan investasi, serta memperjuangkan hak-hak masyarakat. Mereka berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesadaran masyarakat dan investasi yang positif di Barito Utara.
Suria Baya yang bukan hanya dikenal selaku ketua GERDAYAK Barito Utara tetapi lebih dikenal selaku tokoh besar masyarakat Barito Utara terlihat sangat dihormati dari yang lain berpendapat bahwa untuk mengatasi polemik investasi Vs warga sepertinya kita harus bersatu. Tuturnya
“Disisa usia ini tidak adalagi yang harus kita Kejar selain perlu membantu agar investasi berjalan lancar dan membawa dampak positip untuk kesejahteraan masyarakat serta untuk pembangunan Barito Utara yang lebih baik. Tukas lelaki paruh baya yang sering di panggil SBY
Dalam obrolan tersebut Setahan Awingnu yang adalah Ketua BATAMAD di Barito Utara
Juga sepakat supaya setiap masalah yang dirasa sulit penyelesayanya kita gabung, “Saat kita gabung pastinya suara masyarakat sudah terwakili, seandainya kita tolak investasi nakal pasti didengar semua kalangan. dan disetiap perusahaan warga sekitar harus dilibatkan untuk bekerja. Jelas Awing sambil tersenyum tipis
Ditempat yang sama, Hison selaku ketua pendiri ormas akar rumput yang berpusat di Muara Teweh atau ketua Umum Organisasi GPD-Alur Barito yang dikenal sering bersuara keras dan lantang dan sering viral saat melakukan pembelaan terhadap hak-hak masyarakatnya sangat sepakat apabila beberapa tokoh masyarakat bisa bergabung dalam memberikan pemahaman supaya semua polemik masyarakat dengan investasi tidak berdampak merugikan sepihak.
“Kewajiban organisasi adalah sebagai mitra antara kepentingan masyarakat dan investasi untuk pembangunan, jadi saya tetap pada konsep ormas kami yaitu untuk mbangun kesadaran masyarakat dan investasi supaya hidup beradat di tanah Dayak, bagi investasi yang datang hanya untuk mengeruk keuntungan serta menciptakan keributan silahkan mereka angkat kaki dari bumi Yamulik Bengkang Turan yang kita cintai ini. Tukasnya penuh pendirian (S’Peli)





