LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Upaya mitigasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah bantaran Sungai Kahayan terus diperkuat. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui uji coba mesin pemadam kebakaran yang terpasang di atas KM Berkah Multi Fungsi, yang berlangsung lancar dan sukses, sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim kemarau.
Kegiatan tersebut menjadi perhatian berbagai pihak karena dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan penanganan karhutla, khususnya di kawasan pesisir dan bantaran sungai yang selama ini rawan terdampak kebakaran saat musim kemarau tiba.
Pelaksanaan uji coba turut mendapat peliputan dari RRI Kalimantan Tengah, menandakan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk kesiapan sarana pendukung penanggulangan bencana di wilayah Kalimantan Tengah.
Uji coba ini dilaksanakan atas arahan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, bersama Kapolda Kalimantan Tengah serta Brigjen Pol Andreas Wayan dan Kadishut Kalteng Agustan Saining selaku pembina dan pengawas LSR – LPMT KALTENG, yang memberikan perhatian serius terhiiiooadap kesiapan armada pemadam berbasis sungai.
Arahan tersebut ditujukan kepada Ketua Lembaga Swadaya Rakyat – Laskar Pembela Masyarakat Tertindas (LSR–LPMT) Kalimantan Tengah, Agatisansyah, yang juga bertindak sebagai pengelola KM Berkah Multi Fungsi.
Dalam keterangannya, Agatisansyah menegaskan bahwa kesiapan armada pemadam berbasis sungai menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk menjangkau titik-titik rawan kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.
“Uji coba ini kami lakukan untuk memastikan seluruh sistem mesin pemadam berfungsi optimal. Saat musim kemarau tiba dan sewaktu-waktu terjadi kebakaran lahan di sekitar bantaran Sungai Kahayan, armada ini harus siap bergerak cepat membantu masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan KM Berkah Multi Fungsi bukan hanya sebagai sarana transportasi sungai, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan kemanusiaan, terutama dalam membantu penanganan keadaan darurat di wilayah pesisir sungai.
Agatisansyah menambahkan, pihaknya bersama jajaran LSR–LPMT Kalteng berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan respons cepat seperti kebakaran lahan.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan masyarakat. Fokus utama kami adalah membantu warga dan memadamkan api di sekitar bantaran Sungai Kahayan agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” katanya.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari sinergi antara unsur pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta elemen masyarakat sipil dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla yang setiap tahun menjadi ancaman serius di Kalimantan Tengah.
Dengan kesiapan mesin pemadam di atas KM Berkah Multi Fungsi, diharapkan respons penanganan kebakaran di wilayah sungai dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran. (*/rls/sgn/ red)








