Perkuat Sinergi dengan Media, Gubernur Agustiar Sabran Tekankan Pembenahan Layanan Kesehatan hingga Penanganan Tambang Ilegal

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan insan pers sebagai bagian dari upaya menghadirkan informasi publik yang cepat, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal tersebut disampaikan saat menggelar silaturahmi dan dialog bersama sekitar 150 insan pers di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur, Palangka Raya, Minggu (28/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh dialog itu menjadi wadah bagi pemerintah provinsi untuk menyampaikan berbagai isu strategis pembangunan sekaligus mendengar masukan dari kalangan media. Gubernur menilai, keberadaan pers memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.

“Media merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan. Wartawan memiliki peran besar untuk meluruskan berbagai miskomunikasi terhadap isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat melalui pemberitaan yang berimbang, akurat, dan berdasarkan fakta,” ujar Agustiar Sabran.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan sejumlah persoalan yang saat ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, mulai dari sektor kesehatan, penataan pertambangan rakyat, hingga peningkatan kualitas pelayanan informasi publik.

Fokus Pembenahan Pelayanan Kesehatan

Salah satu isu utama yang dibahas adalah meningkatnya jumlah pasien di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya yang menyebabkan tingginya beban pelayanan rumah sakit rujukan terbesar di Kalimantan Tengah tersebut.

Baca Juga :  Melalui Disparpora, Pemkab Kotabaru Gelar Festival Ajang Kreativitas Bamega

Menurut Agustiar Sabran, persoalan overkapasitas tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah fasilitas rumah sakit, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan layanan kesehatan dasar di seluruh kabupaten dan kota.

Ia menegaskan bahwa optimalisasi pelayanan di tingkat Puskesmas menjadi langkah penting agar masyarakat memperoleh penanganan medis sejak dini tanpa harus seluruhnya dirujuk ke rumah sakit provinsi.

“Penguatan kapasitas pelayanan di tingkat Puskesmas harus dioptimalkan agar kendala medis awal dapat ditangani tanpa harus merujuk semua pasien ke rumah sakit utama,” tegasnya.

Dengan sistem layanan kesehatan yang lebih merata, diharapkan beban pelayanan di RSUD Doris Sylvanus dapat berkurang sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penanganan Tambang Emas Tanpa Izin

Selain sektor kesehatan, dialog juga membahas persoalan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah provinsi terus berupaya mencari solusi melalui percepatan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Namun proses tersebut masih menghadapi kendala, terutama terkait sinkronisasi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP).

Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan koordinasi yang lebih erat antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar proses legalisasi wilayah pertambangan rakyat dapat berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga :  "Trofeo Kotabaru Hebat Pecah! SKPD Juara, Warga Padati Lapangan Alwista Sejak Pagi"

“Penyelesaian persoalan ini memerlukan sinergi seluruh pemerintah daerah agar proses penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat dapat segera direalisasikan sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian di sektor pertambangan rakyat sekaligus mengurangi aktivitas pertambangan ilegal.

Dorong Keterbukaan Informasi Publik

Dalam forum tersebut, Gubernur juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai salah satu pilar tata kelola pemerintahan yang baik.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan media sehingga setiap informasi mengenai kebijakan pemerintah dapat diterima masyarakat secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Sejalan dengan itu, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan komitmennya untuk semakin proaktif memberikan klarifikasi terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Pergantian kepemimpinan di lingkungan Diskominfosantik juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan transparansi, memperkuat pelayanan informasi publik, serta membangun kerja sama yang lebih baik dengan seluruh media di Kalimantan Tengah.

Melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah dan insan pers, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap berbagai program pembangunan dapat tersampaikan secara objektif kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.(*/rls/sgn/red)

 

Berita Terkait

Musim Durian Tiba, Raja Durian Borneo Palangka Raya Tawarkan Harga Terjangkau dan Kualitas Terjamin
Stan Raja Durian Borneo jalan Adonis Samad Palangkaraya Harga Terjangkau rasa memuaskan
Musim Durian Tiba, Pasokan Melimpah Bikin Harga di Palangka Raya Lebih Terjangkau Narasi: Palangka Raya — Memasuki musim durian, pasokan buah dari wilayah Pontianak dan Kasongan membanjiri pasar di Kota Palangka Raya. Melimpahnya pasokan membuat harga durian menjadi lebih terjangkau dan menarik minat masyarakat untuk berburu buah beraroma khas tersebut. Sayuti, penjaga stan durian di Jalan Adonis Samad, tepat di seberang Casanova Gym Center, mengatakan harga durian saat ini cukup bervariasi. Untuk durian ukuran sedang, pembeli dapat membawa pulang empat buah dengan harga Rp100 ribu. Sementara durian berukuran besar dijual hingga Rp150 ribu untuk empat buah. “Durian yang datang saat ini sebagian besar berasal dari Pontianak dan Kasongan. Karena pasokannya banyak, harga juga lebih bersahabat dibanding biasanya,” ujar Sayuti. Salah seorang pembeli, Rinto, mengaku bersama keluarganya kerap membeli durian di stan tersebut. Menurutnya, selain kualitas buah yang baik, harga yang ditawarkan juga lebih murah dibandingkan penjual lain. “Kami sekeluarga sering beli di sini karena harganya lebih murah daripada di tempat lain,” kata Rinto. Melimpahnya pasokan durian pada musim panen ini menjadi berkah bagi para pencinta durian di Palangka Raya, yang kini dapat menikmati buah favorit mereka dengan harga yang lebih terjangkau.
Ketua IPJI dan PWI Kalteng Perkuat Kapasitas Jurnalistik melalui Media Gathering PAMA Group 2026
HUT ke-14 LSR-LPMT Digelar Sederhana, Fokus pada Aksi Sosial dan Kemanusiaan
Benteng Hijau Penjaga Pesisir: Mengapa Mangrove Penting bagi Masa Depan Indonesia? 
Heboh! Belasan Makam di Barito Timur Ditemukan Berlubang Misterius, Polisi Selidiki Dugaan Pembongkaran
Puluhan Awak Media Hadiri Makan Siang dan Silaturahmi di Rumah Makan Shanghai Palangka Raya

Berita Terbaru

LINTAS HUKUM

Judul: Satresnarkoba Polresta Palangka Raya Ungkap 36 Kasus Narkotika Selama Semester I 2026, Sita Hampir 1 Kilogram Sabu Narasi: Palangka Raya – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Palangka Raya mencatat pengungkapan 36 kasus tindak pidana narkotika sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dari seluruh perkara yang diungkap, polisi menetapkan 46 orang sebagai tersangka yang seluruhnya diduga berperan sebagai pengedar. Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Aula Mapolresta Palangka Raya yang dipimpin Kepala Satresnarkoba Polresta Palangka Raya, Iptu Yunita, mewakili Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Dedy Supriadi. Dalam keterangannya, Iptu Yunita menjelaskan bahwa dari total 46 tersangka, terdiri atas 41 laki-laki, empat perempuan, dan satu anak di bawah umur. Seluruh tersangka dijerat dalam perkara tindak pidana narkotika, sementara untuk tindak pidana di bidang kesehatan maupun tindak pidana pencucian uang (TPPU) tidak ditemukan selama periode tersebut. Selain mengamankan para tersangka, Satresnarkoba juga menyita berbagai barang bukti, di antaranya sabu seberat 941,72 gram, ekstasi atau inex seberat 355,97 gram, serta obat keras sebanyak 605,86 gram. Sementara barang bukti berupa heroin, ganja, dan psikotropika nihil. Dari hasil penanganan perkara tersebut, kepolisian juga mengamankan barang bukti uang tunai yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Sebanyak Rp21.320.000 telah memasuki tahap penyerahan barang bukti dan tersangka (Tahap II/HAP II), sedangkan Rp3.650.000 masih dalam proses, sehingga total uang tunai yang disita mencapai Rp24.970.000. Polresta Palangka Raya menegaskan akan terus mengintensifkan upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika melalui penindakan terhadap jaringan pengedar sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 11:07 WIB

Perkuat Sinergi dengan Media, Gubernur Agustiar Sabran Tekankan Pembenahan Layanan Kesehatan hingga Penanganan Tambang Ilegal

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:40 WIB

Musim Durian Tiba, Raja Durian Borneo Palangka Raya Tawarkan Harga Terjangkau dan Kualitas Terjamin

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:10 WIB

Stan Raja Durian Borneo jalan Adonis Samad Palangkaraya Harga Terjangkau rasa memuaskan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:08 WIB

Musim Durian Tiba, Pasokan Melimpah Bikin Harga di Palangka Raya Lebih Terjangkau Narasi: Palangka Raya — Memasuki musim durian, pasokan buah dari wilayah Pontianak dan Kasongan membanjiri pasar di Kota Palangka Raya. Melimpahnya pasokan membuat harga durian menjadi lebih terjangkau dan menarik minat masyarakat untuk berburu buah beraroma khas tersebut. Sayuti, penjaga stan durian di Jalan Adonis Samad, tepat di seberang Casanova Gym Center, mengatakan harga durian saat ini cukup bervariasi. Untuk durian ukuran sedang, pembeli dapat membawa pulang empat buah dengan harga Rp100 ribu. Sementara durian berukuran besar dijual hingga Rp150 ribu untuk empat buah. “Durian yang datang saat ini sebagian besar berasal dari Pontianak dan Kasongan. Karena pasokannya banyak, harga juga lebih bersahabat dibanding biasanya,” ujar Sayuti. Salah seorang pembeli, Rinto, mengaku bersama keluarganya kerap membeli durian di stan tersebut. Menurutnya, selain kualitas buah yang baik, harga yang ditawarkan juga lebih murah dibandingkan penjual lain. “Kami sekeluarga sering beli di sini karena harganya lebih murah daripada di tempat lain,” kata Rinto. Melimpahnya pasokan durian pada musim panen ini menjadi berkah bagi para pencinta durian di Palangka Raya, yang kini dapat menikmati buah favorit mereka dengan harga yang lebih terjangkau.

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:23 WIB

Ketua IPJI dan PWI Kalteng Perkuat Kapasitas Jurnalistik melalui Media Gathering PAMA Group 2026

Berita Terbaru

LINTAS HUKUM

Judul: Satresnarkoba Polresta Palangka Raya Ungkap 36 Kasus Narkotika Selama Semester I 2026, Sita Hampir 1 Kilogram Sabu Narasi: Palangka Raya – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Palangka Raya mencatat pengungkapan 36 kasus tindak pidana narkotika sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dari seluruh perkara yang diungkap, polisi menetapkan 46 orang sebagai tersangka yang seluruhnya diduga berperan sebagai pengedar. Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Aula Mapolresta Palangka Raya yang dipimpin Kepala Satresnarkoba Polresta Palangka Raya, Iptu Yunita, mewakili Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Dedy Supriadi. Dalam keterangannya, Iptu Yunita menjelaskan bahwa dari total 46 tersangka, terdiri atas 41 laki-laki, empat perempuan, dan satu anak di bawah umur. Seluruh tersangka dijerat dalam perkara tindak pidana narkotika, sementara untuk tindak pidana di bidang kesehatan maupun tindak pidana pencucian uang (TPPU) tidak ditemukan selama periode tersebut. Selain mengamankan para tersangka, Satresnarkoba juga menyita berbagai barang bukti, di antaranya sabu seberat 941,72 gram, ekstasi atau inex seberat 355,97 gram, serta obat keras sebanyak 605,86 gram. Sementara barang bukti berupa heroin, ganja, dan psikotropika nihil. Dari hasil penanganan perkara tersebut, kepolisian juga mengamankan barang bukti uang tunai yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Sebanyak Rp21.320.000 telah memasuki tahap penyerahan barang bukti dan tersangka (Tahap II/HAP II), sedangkan Rp3.650.000 masih dalam proses, sehingga total uang tunai yang disita mencapai Rp24.970.000. Polresta Palangka Raya menegaskan akan terus mengintensifkan upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika melalui penindakan terhadap jaringan pengedar sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

Senin, 29 Jun 2026 - 13:53 WIB

You cannot copy content of this page