LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan mengepung Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (31/8/2026) sore. Mereka menuntut pemerintah provinsi memberikan kejelasan sekaligus langkah konkret menangani bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Aksi yang berlangsung sejak siang hari itu awalnya berjalan tertib. Namun, ketegangan meningkat setelah massa mengetahui Gubernur Kalteng Agustiar Sabran belum menemui mereka hingga sore.
Teriakan dan yel-yel mahasiswa menggema di depan gerbang kantor gubernur. Sejumlah mahasiswa bahkan nekat memanjat pagar besi, sementara massa lainnya mendorong gerbang hingga nyaris roboh.
Petugas Satpol PP bersama aparat kepolisian membentuk barikade untuk menahan massa dan mencegah aksi semakin tidak terkendali.
“Kami hanya minta bertemu Pak Gubernur. Dari tadi kami menunggu, tetapi tidak ada kepastian,” teriak salah seorang koordinator lapangan.
Sebelumnya, mahasiswa telah diterima Plt Kepala Kesbangpol Kalteng, Rus’an. Namun, pertemuan tersebut belum membuahkan jawaban yang diharapkan mahasiswa.
Rus’an disebut belum dapat memastikan keberadaan Gubernur maupun kapan Gubernur dapat menemui massa. Situasi tersebut membuat mahasiswa kecewa dan merasa tuntutan mereka hanya dipingpong.
“Kalau memang Gubernur tidak ada di tempat, sampaikan dengan jelas. Jangan biarkan kami menunggu tanpa kepastian,” kata seorang mahasiswa.
Situasi semakin tegang ketika beberapa mahasiswa kembali menaiki pagar. Aparat berusaha menurunkan mereka sembari meminta massa tidak melakukan tindakan yang dapat memicu bentrokan.
Mahasiswa menyatakan akan tetap bertahan di depan Kantor Gubernur Kalteng hingga mendapatkan kejelasan sikap pemerintah terkait penanganan kabut asap.
Mereka menilai persoalan karhutla telah berdampak luas, mulai dari kualitas udara, kesehatan masyarakat hingga aktivitas pendidikan. Karena itu, mahasiswa mendesak pemerintah tidak hanya melakukan penanganan di lapangan, tetapi juga menyampaikan langkah konkret dan terukur kepada publik.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di depan Kantor Gubernur Kalteng masih dalam pengamanan aparat. Massa mahasiswa tetap bertahan dan menunggu kehadiran gubernur untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung. (*/rls/red)







