Klarifikasi BWS Kalimantan II Tuai Kritik: LSM Nilai Proses Intimidatif dan Jauh dari Transparansi

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editable vector silhouettes of a handcuffed man being interrogated by two detectives

Editable vector silhouettes of a handcuffed man being interrogated by two detectives

LINTAS KALIMANTAN || Palangka Raya – Langkah Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II dalam menggelar proses klarifikasi terhadap sejumlah pertanyaan publik justru berbuntut panjang. Alih-alih meredam kegaduhan, mekanisme yang ditempuh instansi tersebut dinilai kalangan masyarakat sipil mencederai prinsip transparansi dan beraroma intimidasi.

Ketua Forum Kalimantan Membangun, Supriyady Natae, menyayangkan jalannya forum yang digelar BWS. Menurutnya, esensi klarifikasi sebagai ruang pencerahan informasi telah berubah menjadi ajang interogasi yang tidak substansial.

“Kami datang untuk mendapat pencerahan, justru disambut dengan rentetan pertanyaan balik yang melebar. Ini bukan klarifikasi, ini tekanan. Yang publik butuhkan adalah jawaban lugas dan terukur atas poin-poin yang kami sampaikan,” ujar Supriyady dengan nada kesal kepada wartawan di Palangka Raya, Selasa (24/2/2026).

Ruang Publik yang Keliru Dikelola

Baca Juga :  Berantas Jaringan Narkoba, Polres Gumas Bekuk Pengedar dengan Barbuk 9,22 Gram Sabu dan Menyita Belasan Juta Rupiah Diduga Hasil Transaksi

Kritik tajam ini menyoroti pola komunikasi yang dinilai keliru dari institusi publik. Dalam pengelolaan sumber daya air yang menyangkut hajat hidup orang banyak, akuntabilitas adalah harga mati. Forum klarifikasi semestinya menjadi medium untuk membangun kepercayaan, justru berpotensi menjadi bumerang karena pendekatan yang dianggap arogan.

Supriyady menegaskan bahwa jika niat BWS adalah memberikan kejelasan, mekanisme terbaik adalah melalui jawaban tertulis yang sistematis. Surat resmi dinilai lebih berwibawa, dapat diverifikasi publik, dan menghindari debat kusir yang tidak produktif.

“Kalau mau klarifikasi, sampaikan lewat surat jawaban resmi yang bisa kami dan publik pelajari. Itu lebih elegan dan jelas. Jangan malah mengundang kami untuk dihadap-hadapkan seperti ini, ujung-ujungnya malah debat yang tidak menyentuh inti persoalan,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Kotabaru Resmi Tutup Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2025

Tanda Tanya di Tengah Keheningan BWS

Insiden ini menjadi pengingat bagi lembaga negara bahwa cara menyampaikan penjelasan seringkali sama pentingnya dengan kebijakan itu sendiri. Memposisikan publik yang kritis sebagai pihak yang “diperiksa” adalah blunder komunikasi yang dapat mengikis kepercayaan.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi Kepala BWS Wilayah Kalimantan II Palangka Raya. Namun, pesan singkat yang dikirimkan belum mendapat respons. Sikap diam ini semakin memperpanjang daftar pertanyaan publik yang tak kunjung terjawab.

Publik kini menanti sikap resmi dan terbuka dari BWS. Akankah jawaban tertulis dan komprehensif segera diterbitkan, atau justru polemik ini akan terus mengambang tanpa kejelasan? Di era keterbukaan informasi, ketiadaan respons seringkali ditafsirkan sebagai pengakuan atas ketidakberesan prosedur. (*/rls/tim/red).

Berita Terkait

Polda Kalteng Teken MoU dengan Serikat Buruh, Utamakan Mediasi dalam Penyelesaian Sengketa Ketenagakerjaan
Kasat Reskrim Polres Kapuas Pimpin Pembagian Takjil Ramadan, Pererat Kedekatan Polisi dan Masyarakat
Kebakaran Warung Kopi di Kereng Bangkirai, Polisi Lakukan Penanganan dan Pendataan
Dukung Swasembada Pangan, Kapolresta Palangka Raya Ikuti Tanam Raya Jagung Serentak
Wujudkan Ketahanan Pangan, Polda Kalteng Gandeng PT. MKM Tanam Jagung di Tengah Lahan Sawit
Polres Kapuas Sosialisasikan Penerimaan Anggota Polri T.A. 2026 di SMAN 1 Kapuas Hilir
Sosialisasikan Penerimaan Anggota Polri 2026 di SMAN 2 Palangka Raya, Bag SDM Polresta Kenalkan Program Binlat
Patroli Bawi Bajenta, Polwan Polresta Palangka Raya Jaga Kamtibmas di Masjid Sabilal Muhtadin dan Bank BRI Pasar Kahayan
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 18:31 WIB

Polda Kalteng Teken MoU dengan Serikat Buruh, Utamakan Mediasi dalam Penyelesaian Sengketa Ketenagakerjaan

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:23 WIB

Kasat Reskrim Polres Kapuas Pimpin Pembagian Takjil Ramadan, Pererat Kedekatan Polisi dan Masyarakat

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:24 WIB

Kebakaran Warung Kopi di Kereng Bangkirai, Polisi Lakukan Penanganan dan Pendataan

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:21 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Kapolresta Palangka Raya Ikuti Tanam Raya Jagung Serentak

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:39 WIB

Wujudkan Ketahanan Pangan, Polda Kalteng Gandeng PT. MKM Tanam Jagung di Tengah Lahan Sawit

Berita Terbaru