Diduga Persoalan Ayam dan Parkir Berujung Pengeroyokan di Pangkalan Bun

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Seorang pemilik warung di Pangkalan Bun menjadi korban dugaan pengeroyokan yang terjadi di depan Warung Mama Andre, tepatnya di seberang Alfamart Perumahan Pinang Merah, Jalan Bhayangkara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 17.15 WIB.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian pelipis kiri hingga harus mendapatkan perawatan medis berupa jahitan serta menjalani visum.

Adik korban, Bambang, mengungkapkan bahwa salah satu orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut merupakan pemilik sebuah kafe yang cukup dikenal di Pangkalan Bun. Saat ini, korban bersama pihak keluarga telah melaporkan peristiwa itu ke Polres Kotawaringin Barat agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Bambang menjelaskan, kejadian tersebut bermula dari persoalan sepele terkait kendaraan yang diparkir di dekat warung milik korban.

Ia menuturkan, pada Kamis (5/3/2026), korban sempat menegur pelaku secara baik-baik karena mobil yang diparkir di depan warung menghalangi akses pembeli yang hendak membeli sayur matang.

“Korban hanya meminta agar mobilnya dipindahkan sedikit karena menutup jalan pembeli yang ingin berbelanja. Saat itu mobil memang dipindahkan dan tidak terjadi masalah,” ujar Bambang, Minggu (8/3/2026).

Baca Juga :  Puncak Apel Kasatwil Jajaran Polda Kalteng 2025, Wakapolda: Polisi Harus Hadir Sebagai Penolong Masyarakat

Namun pada keesokan harinya, Jumat (6/3/2026), Bambang mengatakan pelaku kembali menegur korban dengan nada tinggi. Teguran tersebut berkaitan dengan ayam milik korban yang disebut-sebut masuk ke lahan orang lain, sehingga pelaku meminta agar ayam tersebut dikurung.

Menurutnya, korban sempat tersinggung dengan cara pelaku menyampaikan teguran tersebut. Meski begitu, situasi saat itu masih bisa diredam oleh istri korban sehingga tidak berkembang menjadi pertengkaran.

Keributan justru terjadi pada Sabtu sore (7/3/2026) menjelang waktu Magrib. Bambang menyebut sekitar tiga orang datang ke lokasi dan salah satunya membawa senapan angin yang diduga hendak digunakan untuk menembak ayam milik korban.

“Sebagian ayam sebenarnya sudah dimasukkan ke dalam kandang, tetapi masih ada satu yang belum tertangkap. Dari situ terjadi cekcok yang kemudian berujung pada pengeroyokan terhadap korban,” jelasnya.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka robek di bagian pelipis kiri dan harus mendapatkan penanganan medis serta menjalani visum sebagai bagian dari proses pelaporan.

Baca Juga :  Hari Rimbawan 2026, Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Tekankan Profesionalitas dan Sinergi Jaga Hutan

Bambang juga menyebut bahwa sehari sebelum kejadian, pelaku sempat menantang korban untuk melaporkan persoalan tersebut ke pihak kepolisian.

“Pelaku sempat mengatakan, ‘laporkan saja, Kapolres itu kawan saya’,” ungkapnya.

Keluarga korban berharap laporan yang telah disampaikan ke Polres Kotawaringin Barat dapat segera ditindaklanjuti sehingga perkara tersebut dapat diproses secara adil sesuai ketentuan hukum.

Selain itu, keluarga juga berharap pernyataan pelaku yang mengaku memiliki kedekatan dengan aparat kepolisian tidak menimbulkan citra buruk bagi institusi Polri, serta meminta agar penanganan kasus dilakukan secara objektif dan transparan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Theodorus Priyo Santosa melalui Kasatreskrim AKP Muhammad Fachurrazi membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut.

“Iya ada,” ujarnya melalui pesan singkat.

Ia menambahkan bahwa saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan pihak kepolisian juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Masih proses lidik, pemeriksaan saksi juga sudah dijadwalkan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Kalteng Tembus 7 Besar Nasional Kinerja Perizinan, Bukti Transformasi Layanan di Era Gubernur Agustiar Sabran
Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Respons Cepat Jadi Kunci Penanganan Karhutla di Pulang Pisau
Gubernur Agustiar Sabran Perkuat Sinergi dengan Menko Polkam Tangani Karhutla di Kapuas
Agustan Saining Pastikan Penanganan Karhutla Kalteng Diperkuat, Personel Gabungan Siaga di Titik Rawan
Dukung Perluasan Water Front City, H. Taufik Nugraha: Masyarakat Harus Dilibatkan Sejak Awal
Perumdam Tirta Arut Kobar Peringati HUT Ke-42, Resmikan Logo Baru
Bupati Kobar Minta Penyaluran BBM Tepat Sasaran dan Tertib
Janji Akhiri Pemadaman Bergilir di Barito Utara, Manager ULP PLN Muara Teweh Tuangkan Komitmen Tertulis

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:33 WIB

Kalteng Tembus 7 Besar Nasional Kinerja Perizinan, Bukti Transformasi Layanan di Era Gubernur Agustiar Sabran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:26 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Respons Cepat Jadi Kunci Penanganan Karhutla di Pulang Pisau

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:16 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Perkuat Sinergi dengan Menko Polkam Tangani Karhutla di Kapuas

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:58 WIB

Agustan Saining Pastikan Penanganan Karhutla Kalteng Diperkuat, Personel Gabungan Siaga di Titik Rawan

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:03 WIB

Dukung Perluasan Water Front City, H. Taufik Nugraha: Masyarakat Harus Dilibatkan Sejak Awal

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page