4 Kapal Wisata Bernilai Miliaran Rupiah Mangkrak Setahun, Pertanyaan Tak Berujung di Dermaga Flamboyan

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN PALANGKA || PALANGKA RAYA – Setahun sudah berlalu sejak empat unit kapal wisata susur sungai diresmikan dengan gegap gempita di Dermaga Flamboyan. Namun hingga Februari 2026, tak satu pun kapal beroperasi. Publik mulai bertanya: kemana anggaran miliaran rupiah mengalir, dan mengapa aset daerah ini dibiarkan menjadi besi tua sebelum sempat berlayar?

Proyek yang diluncurkan 22 Mei 2025 itu digadang sebagai ikon pariwisata berbasis sungai Kalimantan Tengah. Rencana operasional Juni 2025 tinggal kenangan. Kini, kapal-kapal itu hanya menjadi objek diam yang terus menggerogoti anggaran daerah melalui biaya sandar, perawatan rutin, dan gaji penjaga.

Hasil penelusuran investigasi mengungkap sederet pertanyaan mendasar yang hingga kini tidak dijawab oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng:

Baca Juga :  H. Man Pemilik Molding di Pangkalan Banteng Klarifikasi Dugaan Pengetapan Solar Bersubsidi di SPBU

1. Berapa nilai proyek? Tak ada transparansi soal total anggaran pengadaan empat kapal yang bersumber dari APBD.

2. Apa kajiannya? Tidak ditemukan dokumen studi kelayakan yang memastikan kesiapan teknis, SDM, dan pasar.

3. Siapa kontraktornya? Identitas pihak ketiga pelaksana proyek masih misteri, menutup ruang audit publik.

4. Penyebab mandek? Diduga ada persoalan perizinan, regulasi keselamatan pelayaran, atau cacat teknis yang ditutupi.

5. Di mana manfaatnya? Potensi PAD dan peluang ekonomi masyarakat di kawasan sungai hilang percuma.

6. Siapa pengelola? Tak jelas apakah kapal akan dioperasikan dinas, BUMD, atau swasta, mencerminkan lemahnya koordinasi.

Baca Juga :  Apel Siaga dan Patroli, Polsek Timpah Perkuat Pengamanan Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H

7. Biaya perawatan dari pos mana? Selama setahun mangkrak, anggaran pemeliharaan terus mengalir. Publik berhak tahu rinciannya.

8. Siapa KPA? Kuasa Pengguna Anggaran yang bertanggung jawab atas proyek ini tak pernah muncul ke publik.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng enggan memberikan klarifikasi. Padahal, tanpa keterbukaan, spekulasi liar akan terus berkembang dan kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin tergerus.

Kapal wisata susur sungai sejatinya bisa menjadi nadi baru ekonomi dan budaya. Namun jika hanya menjadi proyek simbolis yang mangkrak, ia tak lebih dari monumen pemborosan di tepi Sungai Kahayan. (*/rls/tim/red)

Berita Terkait

Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng
Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November
HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat
BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun
Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini
Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas
PT BGA Salurkan Sembako, Masker dan BBM untuk Penanganan Karhutla
Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 - 20:56 WIB

BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun

Senin, 28 September 2026 - 20:05 WIB

Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page