Manajemen PT GSYM, GSDI AAL tbk Kalteng Dinilai Lengah Dokumentasikan Surat Kuasa Penggugat

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Persoalan sengketa lahan yang diklaim Juriat Raden Ira Bakti dengan PT Gunung Sejahtera Yoli Makmur (GSYM) dan PT Gunung Sejahtera Dua Indah (GSDI), bagian dari Astra Agro Lestari Tbk (AAL), kembali menjadi sorotan dalam rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (24/8/2026).

Sorotan dalam RDP tersebut salah satunya menyangkut dokumentasi dan pengarsipan surat kuasa yang pernah ditunjukkan kepada pihak perusahaan dalam proses penyelesaian persoalan lahan.

Perwakilan PT GSDI, GSYM dan Astra Agro Lestari, Agus Wantara, dalam forum tersebut mengakui bahwa pihak perusahaan pernah melihat surat kuasa yang ditunjukkan berkaitan dengan pihak yang mengatasnamakan keluarga Raden Ira Bakti.

Namun, surat kuasa tersebut disebut tidak didokumentasikan oleh perusahaan sebagai bagian dari arsip administrasi perusahaan.

Baca Juga :  Wali Kota Fairid Pastikan Kondisi SPBU di Palangka Raya Tetap Kondusif, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

“Kami pernah melihat saat ditunjukkan namun tidak mendokumentasikan surat kuasa tersebut,” jelas Agus Wantara.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi salah satu poin yang menarik perhatian dalam RDP, mengingat dokumen surat kuasa dapat menjadi bagian penting untuk mengetahui kapasitas seseorang dalam mewakili pihak tertentu pada proses mediasi maupun penyelesaian persoalan lahan.

Perwakilan Juriat Raden Ira Bakti, Gusti Ahmad Gan, sebelumnya menyampaikan bahwa ahli waris yang hadir dalam RDP mengaku tidak pernah memberikan kuasa kepada pihak tertentu untuk melakukan aksi di perkebunan maupun menempuh proses mediasi dan gugatan hingga Mahkamah Agung. Selain itu menanggapi manajemen sebesar perusahaan itu sampai lengah tidak mendokumentasikan surat kuasa yang dilihat saja.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Delapan Korban Helikopter PK-CFX di Perbukitan Sekadau

“Kami merasa aneh manajemen perusahaan besar yang tergabung di Astra group ini sampai lengah dalam mendokumentasikan surat kuasa,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan serius terhadap manajemen perusahaan. Bagaimana mungkin perusahaan sebesar Astra lengah mendokumentasikan surat kuasa yang pernah dilihat, padahal dokumen itu berkaitan langsung dengan pihak yang mengatasnamakan ahli waris dalam proses sengketa lahan.?

Hal ini patut dipertanyakan, karena dalam persoalan hukum dan administrasi, setiap dokumen penting semestinya dicatat, diverifikasi, dan diarsipkan dengan baik. Kelalaian tersebut justru membuka ruang pertanyaan publik terhadap profesionalitas dan ketelitian manajemen dalam menangani sengketa yang hingga kini masih menjadi persoalan.
(R)

Berita Terkait

BNNP Kalteng Tutup Bimtek Lifeskill di Tumbang Nusa, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Tergugat Mangkir dalam Sidang Adat, Dinyatakan Kalah Perkara, Terkait Sengketa Tanah di Desa Pangkalan Satu
Resmi Terbentuk! Fitriliani Handayani, Ketua Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau
Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng
Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November
HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat
BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun
Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:53 WIB

BNNP Kalteng Tutup Bimtek Lifeskill di Tumbang Nusa, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Tergugat Mangkir dalam Sidang Adat, Dinyatakan Kalah Perkara, Terkait Sengketa Tanah di Desa Pangkalan Satu

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Resmi Terbentuk! Fitriliani Handayani, Ketua Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page