Suriansyah Halim: Uang Negara Berasal dari Rakyat, Pengelolaannya Harus Terbuka

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Keterbukaan dan transparansi dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi harapan besar masyarakat.

Sebagai pemilik kedaulatan anggaran melalui pajak yang mereka bayarkan, publik dinilai berhak mengetahui sejauh mana dana tersebut dikelola dan dampak nyata yang dihasilkan bagi pembangunan.

Hal tersebut disampaikan oleh praktisi hukum Kalimantan Tengah, Suriansyah Halim SH MH, yang menegaskan bahwa prinsip keterbukaan informasi publik merupakan fondasi penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Baca Juga :  Ketua DPW IPJI Kalteng Ucapkan Selamat HUT ke-69 Kalimantan Tengah

Menurutnya, transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral dan hukum kepada masyarakat.

“Uang yang dikelola negara maupun daerah itu sejatinya berasal dari rakyat. Karena itu, masyarakat berhak tahu secara jelas bagaimana perencanaannya, penggunaannya, hingga hasil yang dicapai,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Praktisi hukum yang juga Ketua Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kalteng, dan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Penegak Hukum Rakyat Indonesia (LBH PHRI) Kalteng itu menambahkan, keterbukaan informasi juga menjadi instrumen penting untuk mencegah penyalahgunaan wewenang serta memperkuat pengawasan publik terhadap jalannya pemerintahan.

Baca Juga :  Kapolres Katingan Amankan Unjuk Rasa Tolak Penertiban Tambang Rakyat

Lebih jauh, ia menilai bahwa era digital saat ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk semakin terbuka dalam menyajikan data dan laporan anggaran secara mudah diakses, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Semakin transparan suatu pemerintahan, maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan publik. Dan kepercayaan itulah yang menjadi modal utama dalam pembangunan,” pungkasnya.(*/rls/sgn/red)

 

 

Berita Terkait

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam
DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis
PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut
Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya
Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam
PPN Kritik Pernyataan Kepala BNPB soal Kondisi Kalteng, Minta Suharyanto Dicopot
Ketika Asap Disebut Tak Mengganggu, Data ISPA Berkata Lain
WAGUB EDY PRATOWO: PEMERINTAH TAK BISA SENDIRI BANGUN EKONOMI KALTENG, KADIN HARUS JADI MITRA STRATEGIS

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:15 WIB

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam

Senin, 28 September 2026 - 09:58 WIB

DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis

Sabtu, 26 September 2026 - 18:07 WIB

PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut

Sabtu, 26 September 2026 - 17:01 WIB

Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 25 September 2026 - 14:37 WIB

Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:34 WIB

LINTAS TNI

Pra TMMD, Kodim 1016/Plk Mulai Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:37 WIB

You cannot copy content of this page