Perkelahian Pelajar SMP di Gunung Mas Berakhir Damai, Polisi Tempuh Mediasi dan Sanksi Adat

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Gunung Mas – Perkara perkelahian yang melibatkan dua pelajar SMPN 3 Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, diselesaikan melalui jalur mediasi yang difasilitasi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gunung Mas. Proses penyelesaian berlangsung di Mapolres Gunung Mas pada Jumat (24/7/2026) dan menghasilkan kesepakatan damai yang ditempuh secara kekeluargaan dengan pemberlakuan sanksi adat.

Kasus ini berawal dari laporan yang diterima Unit PPA pada 22 Juli 2026 terkait perkelahian antara dua anak berinisial AY dan T. Insiden tersebut diduga dipicu kesalahpahaman dan terjadi sehari sebelumnya, Selasa (21/7/2026), di kawasan pemakaman Kristen di belakang SMPN 3 Kurun, Desa Tumbang Hakau, Kecamatan Kurun.

Baca Juga :  Polri untuk Masyarakat, Satlantas Polresta Palangka Raya Salurkan Bansos Hari Bhayangkara ke-80

Dalam penanganannya, kepolisian mengedepankan pendekatan restoratif dengan mempertemukan seluruh pihak terkait, mulai dari keluarga kedua anak, pihak sekolah, Dinas Pendidikan, tokoh adat, hingga aparat kepolisian. Melalui dialog dan musyawarah, para pihak sepakat mengakhiri persoalan secara damai.

Selain perdamaian, kedua belah pihak juga menerima penyelesaian melalui sanksi adat yang telah disepakati bersama sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa tersebut. Kesepakatan itu diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi kedua anak sekaligus menjaga hubungan baik antarkeluarga.

Kasat Reskrim Polres Gunung Mas AKP Agung Gunawan Putra, mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, mengatakan penyelesaian melalui mediasi merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mengedepankan perlindungan terhadap anak, komunikasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Baca Juga :  Kapolda Kalteng Perintahkan Masifkan Patroli ke Titik Hotspot dan Daerah Rawan Karhutla

“Sinergi antara kepolisian, keluarga, sekolah, Dinas Pendidikan, dan tokoh adat menjadi faktor penting dalam menghadirkan penyelesaian yang dapat diterima semua pihak, sekaligus menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Polres Gunung Mas berharap kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh adat, dan masyarakat terus diperkuat sehingga setiap persoalan yang melibatkan anak dapat diselesaikan secara humanis, berkeadilan, serta tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. (sp)

Berita Terkait

50 Rumah Khusus Dibangun di Tumbang Sepan, Kapolres Gunung Mas Dukung Penataan Hunian Warga
Polres Gunung Mas Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Kekeringan Melanda, Polres Kapuas Distribusikan Air Bersih ke Warga Sei Asam
Polres Gunung Mas Melaksanakan Patroli dan Pembagian Air Bersih bagi Warga Terdampak Kemarau Bersama Perumdam Maruang Duhung
Wakapolres Gunung Mas Pimpin Sosialisasi Larangan Karhutla di Empat Titik
Polda Kalteng Tindak Tegas Pelaku Karhutla, 8 Tersangka Diciduk dan 12 Perusahaan Masuk Daftar Penyidikan
Satresnarkoba Polres Kapuas Ajak Warga Selat Utara Perangi Narkoba dan Cegah Karhutla
Kapolres Katingan Pimpin Pengungkapan Kasus Karhutla, Seorang Pria Jadi Tersangka

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polres Gunung Mas Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Rabu, 30 September 2026 - 15:07 WIB

Kekeringan Melanda, Polres Kapuas Distribusikan Air Bersih ke Warga Sei Asam

Selasa, 29 September 2026 - 16:06 WIB

Polres Gunung Mas Melaksanakan Patroli dan Pembagian Air Bersih bagi Warga Terdampak Kemarau Bersama Perumdam Maruang Duhung

Selasa, 29 September 2026 - 16:03 WIB

Wakapolres Gunung Mas Pimpin Sosialisasi Larangan Karhutla di Empat Titik

Senin, 28 September 2026 - 21:23 WIB

Polda Kalteng Tindak Tegas Pelaku Karhutla, 8 Tersangka Diciduk dan 12 Perusahaan Masuk Daftar Penyidikan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page