LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung upaya penanganan persampahan dan mitigasi dampak kemarau panjang di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Komitmen tersebut disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Persampahan dan Mitigasi Dampak Kemarau Panjang Tahun 2026 yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melalui video conference dari Ruang Yudha Makodam XXII/TB, Palangka Raya, Kamis (4/6/2026).
Dalam rakor tersebut, Pangdam XXII/TB menekankan pentingnya sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan guna mengantisipasi berbagai dampak yang dapat muncul selama musim kemarau, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), persoalan lingkungan, hingga gangguan kesehatan masyarakat.
“Koordinasi dan kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan agar langkah-langkah pencegahan maupun penanggulangan dapat berjalan optimal di lapangan,” ujar Pangdam usai mengikuti kegiatan.
Rakor yang dipimpin Kasad itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan lingkungan yang diperkirakan meningkat seiring potensi kemarau panjang pada 2026. Kasad juga menginstruksikan seluruh satuan TNI AD untuk aktif mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan sampah dan mitigasi bencana.
Pangdam XXII/TB menegaskan bahwa jajarannya siap berperan aktif dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik serta upaya pencegahan karhutla.
Turut mendampingi Pangdam dalam kegiatan tersebut antara lain Asrendam XXII/TB Rudy Markiano Simangunsong, Waasops Kodam XXII/TB Letkol Inf Jonathan Nidio, serta Pabandya Bhakti Sterdam XXII/TB Letkol Inf Mahsun Abadi.
Melalui langkah tersebut, Kodam XXII/TB berharap upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi risiko dampak kemarau panjang dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memperkuat kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kalimantan.(*/rls/pendam/red)







