Klinik Lapas Kotabaru Resmi Jadi FKTP, Layanan Kesehatan Warga Binaan Naik Kelas

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN ||  Layanan kesehatan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru memasuki babak baru. Klinik kesehatan internal Lapas kini resmi ditetapkan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

 

Penetapan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat pemenuhan hak kesehatan warga binaan. Dengan status FKTP, Klinik Lapas Kotabaru dapat memberikan layanan kesehatan primer secara lebih lengkap, termasuk akses layanan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

 

Peresmian sekaligus launching Klinik Lapas Kotabaru-Banjarbaru dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tanjung digelar pada Kamis (11/8/2026). Kegiatan dipimpin Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, bersama Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Hardiansyah.

 

Erwedi menilai hadirnya FKTP di lingkungan pemasyarakatan merupakan hasil sinergi lintas sektor, terutama dengan Dinas Kesehatan, rumah sakit, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta BPJS Kesehatan.

 

“Ini bukti nyata sinergi lintas sektor. Kehadiran FKTP di Lapas dan Bapas tidak lepas dari dukungan penuh Dinas Kesehatan, RSUD, Disdukcapil, dan BPJS,” ujar Erwedi.

 

Menurutnya, status FKTP akan mempermudah warga binaan memperoleh layanan kesehatan selama menjalani masa pidana maupun ketika memasuki masa integrasi melalui Bapas.

Baca Juga :  "Pemkab Kotabaru Kenalkan Bahan Pangan Lokal, Dengan Festival B2SA"

 

“Baik saat menjalani pidana maupun ketika bebas bersyarat melalui Bapas, kesehatan mereka harus dijamin,” tegasnya.

 

Kalapas Kelas IIA Kotabaru Doni Hardiansyah menyebut perubahan status Klinik Lapas menjadi FKTP sebagai sebuah terobosan dalam pelayanan kesehatan warga binaan.

 

“Yang paling membanggakan adalah akses kesehatan kini hadir di dalam Lapas. Warga binaan tidak perlu lagi bergantung pada FKTP asalnya. Semua layanan dasar tersedia di Lapas Kotabaru,” katanya.

 

Dengan status tersebut, warga binaan dapat memperoleh layanan dokter umum, dokter gigi, pemeriksaan laboratorium, pelayanan farmasi hingga rujukan ke rumah sakit melalui JKN.

 

Doni mengatakan, mekanisme rujukan juga dibuat lebih sederhana. Warga binaan cukup menjalani pemeriksaan awal di Klinik Lapas. Jika membutuhkan penanganan lanjutan, proses rujukan melalui JKN dapat segera dilakukan.

 

“Alur rujukan kami sederhanakan. Cukup diperiksa di klinik, bila perlu langsung diproses JKN ke RSUD. Tidak ada lagi birokrasi berbelit,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, kualitas pelayanan akan terus dijaga melalui dukungan tenaga kesehatan serta pemenuhan standar pelayanan. Ke depan, pihaknya juga mendorong semakin banyak warga binaan memindahkan FKTP mereka ke Klinik Lapas agar akses pelayanan kesehatan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Baca Juga :  Demi Tutupi Uang COD Terpakai, Kurir JNT Nekat Gasak Brankas di Pangkalan Bun

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Erwin Simanjuntak menegaskan, penetapan Klinik Lapas sebagai FKTP sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat Universal Health Coverage (UHC).

 

“Kami memastikan Klinik Lapas Kelas IIA Kotabaru masuk jejaring FKTP. Semua warga binaan terjamin hak kesehatannya melalui JKN. Tidak ada yang tertinggal, termasuk mereka yang sedang menjalani masa binaan di Lapas Kotabaru,” ungkap Erwin.

 

Dinas Kesehatan, lanjutnya, akan melakukan pembinaan secara berkala, termasuk memastikan ketersediaan obat esensial dan mengawal proses akreditasi agar kualitas pelayanan tetap terjaga.

 

Dengan hadirnya FKTP di lingkungan Lapas, layanan kesehatan bagi warga binaan di Kotabaru tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan dasar. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan hak memperoleh pelayanan kesehatan tetap terpenuhi bagi setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di balik tembok pemasyarakatan.(*/rla/duk)

Berita Terkait

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page