LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Perang melawan narkotika tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga lewat edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat. Pesan itu menjadi bagian penting dari kehadiran Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah, Brigjen Pol. Mada Roostanto, S.E., M.H., dalam kegiatan nonton bareng film Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula di Bioskop XXI Duta Mall Palangka Raya, Jumat (7/8/2026).
Bersama jajaran, Brigjen Pol. Mada Roostanto menyaksikan film yang mengangkat perjuangan dan keberanian dalam menyelamatkan generasi dari ancaman narkoba. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap karya anak bangsa yang membawa pesan sosial dan edukasi bagi masyarakat.
Bagi BNNP Kalimantan Tengah, film dapat menjadi medium strategis untuk menyampaikan pesan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Pesan yang dikemas melalui cerita dinilai dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus membangun kesadaran mengenai dampak serius penyalahgunaan narkotika.
Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula* tidak sekadar menghadirkan tontonan, tetapi juga menggambarkan bagaimana ancaman narkoba dapat mengancam masa depan generasi. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menyelamatkan generasi bangsa membutuhkan kepedulian dan keberanian untuk mengambil peran.
Kehadiran Kepala BNNP Kalteng dalam kegiatan ini memperlihatkan bahwa pendekatan edukatif menjadi bagian penting dalam strategi menghadapi persoalan narkotika. Pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, lingkungan pendidikan, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat secara luas.
Melalui momentum tersebut, semangat P4GN kembali digaungkan dengan pendekatan yang lebih dekat dan komunikatif. Layar lebar menjadi ruang untuk menyampaikan pesan bahwa ancaman narkotika adalah persoalan bersama yang harus dihadapi secara bersama pula.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan lancar.
Dari bioskop di Palangka Raya, pesan itu kembali ditegaskan: melindungi generasi dari narkoba bukan sekadar tugas negara, melainkan gerakan bersama yang dimulai dari kepedulian.(*/rls/hms/red)






