LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai, Zainul Arifin, menegaskan pentingnya menjaga ketenangan masyarakat di tengah munculnya isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Penegasan tersebut disampaikan Pangdam saat menghadiri kegiatan press release bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah dan PT Pertamina Patra Niaga di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat (8/5/2026).
Dalam keterangannya, Pangdam XXII/TB meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying yang justru dapat memperburuk kondisi distribusi di lapangan. Menurutnya, pemerintah bersama unsur TNI-Polri dan pihak Pertamina telah mengambil langkah cepat guna memastikan distribusi energi tetap berjalan normal.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah daerah bersama Forkopimda dan Pertamina terus bekerja agar distribusi BBM berjalan lancar,” ujar Pangdam.
Mayjen TNI Zainul Arifin menilai stabilitas situasi di tengah masyarakat menjadi faktor penting agar penanganan distribusi BBM dapat dilakukan secara efektif. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat turut menjaga kondusivitas daerah serta tidak mudah terpancing isu-isu yang belum terverifikasi.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga memberikan perhatian khusus terhadap peran media massa dan insan pers di Kalimantan Tengah. Ia menilai media memiliki posisi strategis dalam membangun ketenangan publik melalui penyampaian informasi yang akurat dan berimbang.
“Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada publik. Mari bersama-sama kita sampaikan bahwa stok BBM cukup, pemerintah telah mengambil langkah, dan masyarakat tidak perlu panik,” tegasnya.
Kehadiran Pangdam XXII/TB dalam forum bersama Forkopimda itu menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pemerintah daerah menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika distribusi BBM yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Selain Pangdam, kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan, Kajati Kalteng Nurcahyo J.M., Kabinda Kalteng Muhammad Nur, Asintel Kasdam XXII/TB Eka Ganta Chandra, serta jajaran PT Pertamina Patra Niaga.
Gubernur Kalimantan Tengah dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah berkoordinasi intensif dengan Pertamina untuk mengatasi antrean BBM yang terjadi di beberapa daerah. Pemerintah juga disebut telah mengambil langkah antisipasi melalui penambahan pasokan distribusi dan penyesuaian jam operasional SPBU.
Sementara itu, Kapolda Kalteng memastikan pihak kepolisian akan memperketat pengawasan distribusi BBM di lapangan. Polisi juga menegaskan akan menindak tegas apabila ditemukan praktik penimbunan ataupun penyalahgunaan distribusi BBM.
“Kami pastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi ini. Apabila ditemukan adanya penimbunan BBM, akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kapolda.
Dari pihak PT Pertamina Patra Niaga, disampaikan bahwa stok BBM untuk wilayah Kalimantan Tengah dalam kondisi aman. Pertamina juga memastikan distribusi terus berjalan dan dilakukan penambahan suplai pada sejumlah SPBU yang mengalami peningkatan permintaan.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap ketersediaan BBM, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Pertamina dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus meredam keresahan masyarakat.
Pangdam XXII/Tambun Bungai pun kembali menekankan bahwa situasi di Kalimantan Tengah masih terkendali dan masyarakat diharapkan tetap bijak dalam membeli BBM sesuai kebutuhan. Menurutnya, ketenangan dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci agar distribusi energi di Bumi Tambun Bungai tetap berjalan aman dan lancar. (*/rls/pen/red)







