LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Upaya percepatan pembangunan infrastruktur kembali diwujudkan melalui dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kota Palangka Raya. Proyek ini menjadi bagian dari program strategis nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) selaku Dansatgas Jembatan Garuda.
Pantauan di lapangan pada Kamis (9/4/2026), pembangunan jembatan yang berlokasi di Jalan Bengaris II, Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, telah memasuki tahap awal berupa penggalian pondasi. Aktivitas alat berat dan personel yang terlibat menandai dimulainya pekerjaan fisik secara resmi.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini diharapkan menjadi solusi atas kendala akses yang selama ini dialami masyarakat setempat. Sebelumnya, kondisi jalan yang terputus menyulitkan mobilitas warga, terutama dalam distribusi hasil pertanian serta aktivitas ekonomi sehari-hari.
Komando Distrik Militer (Kodim) 1016/Palangka Raya sebagai pelaksana di lapangan menunjukkan komitmennya dalam memastikan proyek berjalan optimal. Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara terukur dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Langkah ini dinilai penting untuk menjamin pembangunan tidak hanya berjalan tepat waktu, tetapi juga tepat sasaran serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Selain membuka akses transportasi, kehadiran Jembatan Perintis Garuda juga diharapkan mampu memperlancar distribusi logistik, menekan biaya transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. Infrastruktur ini juga menjadi penghubung vital antarwilayah yang sebelumnya terisolasi.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, proyek ini menjadi simbol kuat sinergi antara TNI dan pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan dapat selesai sesuai target dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat, sekaligus menjadi tonggak penting dalam pemerataan pembangunan di wilayah Kalimantan Tengah.(*rls/pen/red)








