Dua Putra Mahkota Abah Guru Sekumpul: Jejak Cahaya Spiritual Sejak Usia Dini

- Jurnalis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura — Dalam tradisi Islam, keberkahan seorang wali Allah sering kali tidak berhenti pada pribadi beliau semata. Cahaya itu mengalir, menetes, dan tumbuh dalam lingkaran keluarga, sebagai amanah dan isyarat kebesaran Allah SWT.

Hal itulah yang diyakini para jemaah ketika menyebut dua putra Abah Guru Sekumpul, KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, sebagai putra mahkota yang mewarisi jejak cahaya spiritual sang guru.

Dua nama yang kerap disebut dengan penuh takzim adalah H Muhammad Amin Badali dan H Ahmad Hafi Badali. Sejak usia yang sangat belia, keduanya telah menunjukkan keistimewaan rohani yang sulit dijelaskan dengan logika biasa, namun hidup dan berakar kuat dalam tradisi tasawuf Ahlussunnah wal Jamaah.

H Ahmad Hafi Badali dan Pandangan yang Diberkahi

Putra kedua Abah Guru Sekumpul, H Ahmad Hafi Badali, dikenal memiliki pengalaman spiritual yang luar biasa sejak usia dua tahun. Pada usia tersebut, beliau kerap melihat Rasulullah SAW. Bagi kalangan sufi, melihat Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar atau batin bukanlah hal mustahil, melainkan karunia yang dianugerahkan Allah kepada hamba pilihan-Nya.

Baca Juga :  Datangi Pangkalan Ojol, Polsek Pahandut Edukasikan Layanan Polri 110

Pengalaman ini diyakini bukan sekadar keistimewaan personal, melainkan isyarat tentang kesucian jiwa dan kedalaman ruhani yang ditanamkan sejak dini. Dalam pandangan para jemaah, hal tersebut menjadi bukti bahwa tarbiyah spiritual Abah Guru Sekumpul dimulai bukan dengan kata-kata, melainkan dengan doa, adab, dan penjagaan batin.

H Muhammad Amin Badali dan Terbukanya Mata Batin

Sementara itu, putra pertama Abah Guru Sekumpul, H Muhammad Amin Badali, mulai merasakan kasyaf atau kejernihan mata batin pada usia dua tahun tiga bulan. Kasyaf dalam dunia tasawuf merupakan kondisi di mana hijab-hijab batin tersingkap, memungkinkan seseorang menangkap hakikat dengan kejernihan hati, bukan sekadar penglihatan lahiriah.

Bagi para ulama sufi, kasyaf bukan tujuan, melainkan amanah. Ia adalah ujian sekaligus tanggung jawab untuk menjaga kerendahan hati, akhlak, dan ketaatan kepada syariat. Karena itu pula, Abah Guru Sekumpul dikenal sangat menjaga putra-putranya agar tetap berada dalam bingkai adab, tawadhu, dan khidmah kepada umat.

Baca Juga :  Cegah Balapan Liar, Polsek Pahandut Gelar Patroli Harkamtibmas Hingga Dini Hari

Warisan Bukan Karomah, Melainkan Akhlak

Menariknya, kisah tentang dua putra mahkota Abah Guru Sekumpul ini tidak pernah dibingkai sebagai kebanggaan duniawi. Justru, para jemaah sering menekankan bahwa warisan terbesar sang wali bukanlah karomah, melainkan akhlak mulia, cinta kepada Rasulullah SAW, dan keteguhan dalam meniti jalan syariat.

Abah Guru Sekumpul kerap mengajarkan bahwa keistimewaan sejati adalah istiqamah dalam kebaikan. Karomah, jika ada, hanyalah buah dari ketaatan, bukan tujuan perjalanan spiritual.

Jejak Cahaya yang Terus Mengalir

Bagi ribuan jemaah yang hingga kini memadati Martapura dan berbagai majelis haul, kisah dua putra Abah Guru Sekumpul menjadi penguat keyakinan bahwa cahaya para kekasih Allah tidak pernah padam. Ia berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya, selama adab dijaga dan cinta kepada Allah serta Rasul-Nya terus dipelihara.

Dua putra mahkota ini, bagi para pencinta Abah Guru Sekumpul, adalah pengingat bahwa jalan menuju Allah tidak diukur oleh usia, melainkan oleh kejernihan hati dan ketulusan niat.(*/rls/tim/red).

Berita Terkait

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page