LINTAS KALIMANTAN | Anggota DPR RI Komisi IV dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Bambang Purwanto, terus memperjuangkan pemenuhan sarana pertanian bagi petani di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Upaya tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 44 kelompok penerima yang tersebar di 38 desa pada enam kecamatan, Senin (26/10/2026).
Bantuan yang diserahkan di halaman Kantor Dinas Pertanian Kobar tersebut terdiri atas empat unit traktor roda empat, lima unit traktor roda dua, dan 178 unit electric hand sprayer atau alat penyemprot elektrik. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung modernisasi pertanian, meningkatkan efisiensi kerja, serta mendorong produktivitas petani.
Bantuan tersebut merupakan hasil perjuangan Bambang Purwanto dalam menindaklanjuti usulan masyarakat dan kelompok tani untuk memenuhi kebutuhan sarana pertanian di daerah. Selain di Kabupaten Kobar, juga penyerahan bantuan alsintan ini di Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya.
Bambang berharap bantuan alsintan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penerapan sistem pertanian yang lebih modern dan meningkatkan hasil produksi.
“Saya berharap dengan adanya bantuan alsintan ini, petani di Kobar lebih modern sehingga dapat meningkatkan hasil pertaniannya,” ungkap Bambang.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha tani, tetapi juga berpotensi menarik minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian. Regenerasi petani dinilai penting agar sektor tersebut memiliki sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Ia juga mengingatkan kelompok tani penerima agar menjaga dan merawat bantuan tersebut serta menggunakannya sesuai peruntukan dengan mengutamakan kepentingan bersama.
Dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Kobar, Suyanto, mengapresiasi upaya Bambang Purwanto yang dinilainya konsisten memperjuangkan dukungan bagi sektor pertanian di daerah.
“Atas nama Pemkab Kobar dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih. Sejak periode pertama hingga periode kedua beliau menjabat, bantuan untuk Kobar terus mengalir setiap tahun,” kata Suyanto.
Ia mengatakan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah, menjaga ketersediaan pangan, serta menjadi sumber penghidupan masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan.
Menurut Suyanto, pemanfaatan alsintan menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi usaha tani, dan mendukung peningkatan produksi. Karena itu, bantuan yang diterima perlu dikelola dan dirawat dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Selain mendorong mekanisasi pertanian, Suyanto menekankan pentingnya mempertahankan lahan pertanian pangan yang tersedia serta mengupayakan perluasan lahan sesuai potensi daerah.
“Lahan pertanian pangan yang sudah ada harus kita pertahankan. Syukur kalau bisa ditingkatkan melalui perluasan lahan sehingga akan meningkatkan produktivitas. Harapannya, kebutuhan pangan kita, terutama seperti beras, semakin bisa didukung oleh produksi daerah sendiri,” ujarnya.
Ia juga berharap kebijakan penurunan harga pupuk oleh Kementerian Pertanian dapat membantu petani menekan biaya produksi. Dukungan tersebut perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil panen dan mendorong intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun, apabila kondisi lahan memungkinkan.
Melalui dukungan sarana pertanian, pendampingan penyuluh, dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan, sektor pertanian Kobar semakin produktif serta mampu memperkuat kemandirian pangan daerah. (Rhd)







