LINTAS KALIMANTAN || PALANGKA RAYA – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Tahun 2026 yang diselenggarakan sebagai forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan merumuskan arah kebijakan ke depan.Bertempat di balai berkah Makodam XXII Tambun Bungai jalan imam Bonjol Palangkaraya. Selasa 3-3-26.
Kegiatan yang digelar di Palangka Raya tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama, antara lain Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan. Turut menghadiri juga para perwira tinggi jajaran Kodam XXII Tambun Bungai serta seluruh Komandan Distrik Militer (Dandim) di wilayah Kalimantan Tengah.
Baca Juga : Berikut versi judul dan isi berita yang sudah disusun dengan gaya media nasional profesional, tetap berdasarkan isi yang kamu berikan: IRT di Palangka Raya Akhirnya Dapat Kembali Motor yang Digadai, Setelah Curhat ke Cak Sam Polda Kalteng Palangka Raya – Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Palangka Raya bernama Bunga (27) akhirnya bisa bernapas lega setelah sepeda motornya yang sempat digadai dan sulit ditebus, berhasil dikembalikan. Kasus ini mencuat setelah ia mengadu kepada Cak Sam dari Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (9/10/2025). Bunga menceritakan bahwa sepeda motor miliknya digadaikan oleh sang suami kepada Mawar (nama samaran), seorang makelar gadai perorangan. Namun saat ia hendak menebus kendaraan tersebut sesuai kesepakatan, Mawar justru mempersulit dan memberikan berbagai alasan. “Suami saya gadaikan motor ke orang. Setelah setengah bulan, saya mau tebus tapi orang itu tidak mau menyerahkan motor kami. Dari tanggal 1 kami sudah mau menebusnya, tapi sampai sekarang belum dikembalikan. Orangnya pun menghilang. Mohon bantuannya, Cak, karena orang ini tidak punya itikad baik,” ujar Bunga dalam laporannya kepada Cak Sam. Menanggapi hal tersebut, Cak Sam segera menghubungi Mawar. Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa Mawar hanyalah perantara atau makelar gadai yang sebelumnya juga pernah bermasalah dalam transaksi serupa. Melalui pendekatan persuasif, Cak Sam memberikan pembinaan kepada Mawar dan menekankan pentingnya mengembalikan sepeda motor milik Bunga sesuai perjanjian. Ia juga mengingatkan bahwa setiap usaha gadai wajib memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar kegiatan usahanya sah secara hukum dan menjamin perlindungan bagi konsumen. Tak lama setelah dihubungi, Mawar akhirnya menyerahkan kembali sepeda motor tersebut kepada Bunga. “Selamat siang, Cak. Saya yang tadi malam lapor. Alhamdulillah motor saya sudah dikembalikan. Setelah dihubungi pihak Polda, baru dia mau menyerahkan. Terima kasih banyak, semoga Cak Sam sehat selalu,” ungkap Bunga dengan rasa syukur. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi gadai, terutama dengan pihak perorangan yang tidak memiliki izin resmi. Apakah kamu ingin saya buatkan versi liputan gaya media daring (misalnya Kompas, Tribun, atau Detik) dengan format subjudul, kutipan, dan narasi yang lebih hidup seperti untuk publikasi online?
Dalam arahannya, Pangdam Zainul Arifin menegaskan bahwa Rapim merupakan momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat soliditas internal, serta meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks. Ia menekankan perlunya kemampuan adaptasi cepat terhadap perkembangan situasi keamanan dan tuntutan tugas pembinaan teritorial, kedepan nya nanti dengan dukungan gubernur akan berdiri Rindam di Kalimantan Tengah.
“Setiap satuan harus responsif terhadap perkembangan lingkungan strategis. Tingkatkan kesiapan operasional, perkuat pembinaan teritorial, dan jaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Selain mengevaluasi program kerja tahun sebelumnya, Rapim juga membahas langkah-langkah prioritas tahun 2026, antara lain penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan Polri, dukungan terhadap program pembangunan, serta upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Pangdam menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kondusif. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah harus terus dipelihara dan ditingkatkan.
Sementara itu, kehadiran Gubernur dan Kapolda mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga stabilitas daerah serta mendukung percepatan pembangunan di Kalimantan Tengah. Rapim berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan, dengan harapan seluruh jajaran semakin solid, profesional, dan siap menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(*/rls/sgn/red)