Mahasiswi Magister STIFAR YAPHAR Semarang Sebut PKG di Pelosok Terpencil Kotabaru Masih Terkendala Sarana

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LNTAS KALIMANTAN || Bertempat kegiatan di Puskesmas Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan Mahasiswi Magister Farmasi STIFAR YAPHAR Semarang Nilam Cahaya melakukan kegiatan Penelitian terkait dengan Pelayanan Kesehatan.

 

Kegiatan itu mengangkat tema “Menelusuri Tantangan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN): Menggali Peran Vital PKG dalam Mencapai Universal Health Coverage (UHC)”.

 

Di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan ada program kesehatan yang dinamakan UHC. Yaitu program Universal Health Coverage (UHC) yang memungkinkan seluruh masyarakatnya memiliki akses pelayanan kesehatan secara gratis.

 

Program UHC itu sudah berlangsung sejak 1 Oktober 2024 untuk menggantikan sistem SKTM, sehingga warga di Kabupaten Kotabaru cukup membawa KTP saat berobat di Seluruh Puskesmas atau Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.

Baca Juga :  Polda Kalteng Resmi Gelar Operasi Zebra 2025, Ini 7 Sasaran Prioritasnya

 

Kebijakan ini sejalan dengan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dimulai pada Februari 2025 bagi masyarakat umum dan diperluas ke sekolah pada Juli 2025.

 

Program UHC menjamin akses layanan kesehatan universal tanpa beban finansial, sedangkan PKG merupakan inisiatif nasional untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bentuk deteksi dini dan pencegahan penyakit.

 

Nilam Cahaya mengatakan di Kabupaten Kotabaru menurutnya yang masih menjadi kendala tantangan terkait dengan pelayanan kesehatan ini adalah terkait dengan tenaga dan sarana di daerah pelosok daerah terpencil yang ada di Kabupaten Kotabaru.

 

“Kualitas dan pemerataan layanan masih menjadi tantangan. Di daerah terpencil, keterbatasan tenaga dan sarana PKG menghambat akses layanan, sedangkan manfaat JKN masih terbatas,” kata Nilam Mahasiswa Magister Farmasi STIFAR YAPHAR Semarang ini.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi, 12 Tersangka Ditangkap

 

Meskipun, lanjut Nilam capaian kepesertaan JKN tinggi, tantangan terbesar berada pada dimensi kualitas dan pemerataan layanan (Thamrin, 2018).

 

“Pembahasan menunjukkan bahwa tantangan ini sangat terasa di tingkat PKG,” tegasnya.

 

Data BPJS Kesehatan (2024) menunjukkan kepesertaan JKN mencapai lebih dari 98%, menandai kemajuan menuju SDGs 3.8. JKN juga meningkatkan pemanfaatan layanan kesehatan di kalangan ekonomi rendah (Agustina et al., 2019) dan menurunkan pengeluaran pribadi (World Bank, 2021).

 

“Untuk mencapai UHC yang sejati, dibutuhkan penguatan PKG melalui peningkatan pendanaan, pengembangan indikator kualitas, serta perluasan peran promotif-preventif. Dengan demikian, PKG dapat menjadi fondasi sistem kesehatan yang merata dan berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya. (*/rls/duk).

Berita Terkait

Rumah Dinas Kadisdik Kalteng Diduga Ditempati Pihak Lain, Publik Tunggu Penjelasan Resmi Soal Legalitas Penggunaan Aset
Kapolres Gunung Mas Cek Sarpras Karhutla di Polsek Manuhing, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau
Indikasi Rendahnya Mutu Pengaspalan Warnai Proyek Preservasi Jalan Kalahien–Buntok–Ampah Rp40,79 Miliar
‎Ketika Amarah Seorang Pengacara Menenggelamkan Sebuah Kasus Korupsi ‎
Gubernur Agustiar Sabran Dukung Deklarasi Akbar Anti Narkoba, 3.000 Peserta Siap Padati Bundaran Talawang
Viral! Revalina Azkia Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8, Harumkan Nama Kalimantan Tengah
Rhoma Irama Hadiri Konser 3 Kembang di Jakarta, Kehadirannya Jadi Sorotan Penonton
Gubernur Kalteng Pimpin Nobar Final Argentina vs Spanyol, Bundaran Besar Dipadati 10 Ribu Warga

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:49 WIB

Kapolres Gunung Mas Cek Sarpras Karhutla di Polsek Manuhing, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:31 WIB

Indikasi Rendahnya Mutu Pengaspalan Warnai Proyek Preservasi Jalan Kalahien–Buntok–Ampah Rp40,79 Miliar

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:58 WIB

‎Ketika Amarah Seorang Pengacara Menenggelamkan Sebuah Kasus Korupsi ‎

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:53 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Dukung Deklarasi Akbar Anti Narkoba, 3.000 Peserta Siap Padati Bundaran Talawang

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:53 WIB

Viral! Revalina Azkia Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8, Harumkan Nama Kalimantan Tengah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page