Kenal di Omi, Diajak VCS, Perawat di Palangka Raya Diancam Sebar Video Syur dan Tertipu Jasa Hapus Video Rp1 Juta

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Modus kejahatan siber melalui hubungan asmara daring atau love scamming kembali terjadi di Palangka Raya. Kali ini, seorang perawat berusia 25 tahun, sebut saja Bunga, menjadi korban ancaman penyebaran rekaman video video call sex (VCS) oleh pria yang baru dikenalnya melalui aplikasi pertemanan Omi.

Ironisnya, setelah mendapat ancaman, korban justru kembali tertipu ketika mencari jasa penghapusan foto dan video melalui media sosial. Dalam kasus tersebut, korban mengaku telah mentransfer uang sebanyak empat kali dengan total sekitar Rp1 juta.

Kepada Cak Sam Polda Kalteng, Bunga menceritakan awal mula dirinya mengenal pria tersebut melalui media sosial. Setelah beberapa kali berkomunikasi, hubungan mereka berlanjut hingga menjalin pacaran secara daring.selasa 1-9-2026.

Menurut pengakuannya, korban kemudian dipaksa melakukan VCS. Meski sempat menolak, korban akhirnya mengikuti permintaan pelaku. Saat melakukan VCS, korban berusaha tidak memperlihatkan wajahnya. Namun, pelaku ternyata merekam percakapan video tersebut dan wajah korban sempat terekam.

Baca Juga :  Berikut versi narasi bergaya media arus utama dengan fokus pada peran Cak Sam sebagai mediator. Saya mempertahankan gaya pemberitaan yang netral dan menghindari penyajian asumsi sebagai fakta. Judul: Cak Sam Mediasi Pasangan Muda di Palangka Raya, Sepakati Libatkan Keluarga untuk Cari Solusi Terbaik Narasi: Palangka Raya – Seorang mahasiswi berinisial B (19) di Kota Palangka Raya bersama keluarganya mengadukan persoalan yang dihadapinya kepada Cak Sam setelah mengaku tengah mengandung sekitar dua bulan. Perempuan tersebut menyebut pacarnya, K (20), yang bekerja di salah satu perusahaan di Palangka Raya, tidak lagi dapat dihubungi setelah mengetahui kehamilan tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak perempuan, keduanya telah menjalin hubungan sejak awal tahun 2026 dan sempat beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri atas dasar suka sama suka. Setelah mengetahui dirinya hamil, B mengaku telah memberitahukan kondisi tersebut kepada K. Namun, menurut pengakuan B, respons yang diterimanya tidak sesuai harapan. Ia mengaku sempat diminta untuk menggugurkan kandungannya. Setelah itu, komunikasi antara keduanya dikatakan terputus karena seluruh akses komunikasi diblokir. Mendengar keluhan tersebut, Cak Sam kemudian memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak beserta keluarga dalam suasana mediasi. Pertemuan berlangsung dengan mengedepankan dialog dan penyelesaian secara kekeluargaan. Dari hasil mediasi, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan awal untuk membawa persoalan tersebut kepada orang tua masing-masing di kampung halaman. Langkah itu ditempuh sebagai upaya mencari penyelesaian terbaik, termasuk membahas rencana pernikahan apabila disetujui oleh kedua keluarga. Cak Sam berharap komunikasi antarkeluarga dapat berjalan dengan baik sehingga persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana, dengan mengutamakan tanggung jawab serta kepentingan semua pihak yang terlibat.

Setelah korban memutuskan menjauh dan mengakhiri hubungan, pelaku mulai mengancam akan menyebarkan foto maupun rekaman video tersebut.

Korban yang merasa panik kemudian mencari jasa penghapusan foto dan video melalui TikTok. Karena percaya dengan jasa tersebut, korban mengikuti permintaan pembayaran yang disebut sebagai biaya untuk menghapus data.

“Sudah empat kali saya transfer, totalnya sekitar Rp1 juta. Saya pikir benar-benar bisa membantu menghapus video itu. Karena kebingungan dan takut, saya akhirnya percaya,” curhat Bunga kepada Cak Sam.

Tak hanya terancam rekaman pribadinya disebarluaskan, korban juga mengaku mendapat ancaman bahwa video tersebut akan dikirimkan ke tempat kerjanya apabila dirinya tidak merespons pesan maupun telepon pelaku.

Menanggapi persoalan tersebut, Cak Sam kemudian turun tangan dengan menghubungi pria yang diduga melakukan pengancaman. Cak Sam memberikan peringatan agar pelaku tidak menyebarluaskan konten pornografi karena dapat berhadapan dengan proses hukum.

Cak Sam juga meminta pelaku segera menghapus rekaman yang dimilikinya dan menghentikan segala bentuk ancaman terhadap korban.

Baca Juga :  Wakapolres Katingan Ajak Kepala Desa Jadi Garda Terdepan Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika berkenalan dengan orang melalui media sosial maupun aplikasi pertemanan.

Cak Sam mengingatkan, rekaman VCS dapat dengan mudah dilakukan menggunakan fitur perekam layar. Rekaman tersebut kemudian berpotensi disalahgunakan untuk melakukan intimidasi, pemerasan hingga ancaman penyebaran konten pribadi.

“Stop VCS dengan siapapun, apalagi dengan orang yang baru dikenal di media sosial. Karena VCS bisa direkam layar dan akan dijadikan alat pengancaman dan pemerasan,” tegas Cak Sam.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang menjadi korban ancaman serupa agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan jasa penghapusan foto atau video dengan meminta sejumlah uang. Dalam kondisi panik, korban justru berpotensi mengalami kerugian kedua kalinya.

Cak Sam menekankan, jangan panik, jangan memenuhi permintaan pelaku, simpan seluruh bukti percakapan dan transaksi, serta segera mencari bantuan atau melaporkan kejadian kepada pihak berwenang. (*/rls/red)

Berita Terkait

Kapolda Kalteng Sambangi Pangkalan Ojek Pasar Kahayan, Serap Aspirasi Warga Demi Kamtibmas Kondusif
Operasi Patuh Telabang 2026, Satlantas Polres Gunung Mas Tempelkan Stiker Imbauan Keselamatan kepada Pengguna Jalan
PEDULI KESELAMATAN, DIRLANTAS POLDA KALTENG BAGIKAN SEJUMLAH HELM KEPADA PENGGUNA JALAN
Polisi Peduli Kamseltibcarlantas, Kapolresta Palangka Raya Terjun ke Lapangan
Dukung Program Prioritas Kapolri, Kapolresta Palangka Raya Pimpin Atur Arus Lalin di Area Padat Pengendara 
Kapolres Gunung Mas Pimpin Sertijab Delapan Pejabat, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan
Kapolres Gunung Mas Sambangi SMA Negeri 1 Kurun, Perkuat Pembinaan dan Edukasi Pelajar
Pimpin Apel Pagi, Kabagops Polresta Palangka Raya Tegaskan Hindari Segala Bentuk Pelanggaran

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:22 WIB

Kapolda Kalteng Sambangi Pangkalan Ojek Pasar Kahayan, Serap Aspirasi Warga Demi Kamtibmas Kondusif

Senin, 2 November 2026 - 16:07 WIB

Operasi Patuh Telabang 2026, Satlantas Polres Gunung Mas Tempelkan Stiker Imbauan Keselamatan kepada Pengguna Jalan

Senin, 2 November 2026 - 15:35 WIB

PEDULI KESELAMATAN, DIRLANTAS POLDA KALTENG BAGIKAN SEJUMLAH HELM KEPADA PENGGUNA JALAN

Senin, 2 November 2026 - 12:57 WIB

Polisi Peduli Kamseltibcarlantas, Kapolresta Palangka Raya Terjun ke Lapangan

Senin, 2 November 2026 - 11:10 WIB

Kapolres Gunung Mas Pimpin Sertijab Delapan Pejabat, Perkuat Regenerasi Kepemimpinan

Berita Terbaru