Benteng Hijau Penjaga Pesisir: Mengapa Mangrove Penting bagi Masa Depan Indonesia? 

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | SEMARANG  — Di sepanjang garis pantai Indonesia, hutan mangrove berdiri sebagai benteng alami yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Meski sering dipandang sebagai sekadar vegetasi yang tumbuh di kawasan pantai, mangrove sesungguhnya menyimpan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi yang sangat besar.Rabu 24-6-2026.

Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem, keberadaan mangrove menjadi semakin krusial. Jaringan akar yang rapat mampu meredam energi gelombang laut, menahan abrasi, serta mengurangi dampak banjir rob dan gelombang pasang yang kerap mengancam wilayah pesisir.

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pantai, manfaat tersebut dirasakan secara langsung. Mangrove membantu menjaga stabilitas garis pantai dan mengurangi risiko kerusakan infrastruktur maupun permukiman akibat badai dan kenaikan muka air laut.

“Alam akan terus melindungi manusia, selama manusia juga mau menjaga alam.”

Rumah bagi Keanekaragaman Hayati

Selain berfungsi sebagai pelindung pesisir, hutan mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai jenis satwa. Kawasan ini menyediakan tempat berlindung, berkembang biak, dan mencari makan bagi ikan, udang, kepiting, serta beragam biota laut lainnya.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-45 Satpam, Polresta Palangka Raya Hadiri Syukuran Tingkat Kalteng

Keberadaan mangrove memiliki hubungan erat dengan ekosistem pesisir lain seperti terumbu karang dan padang lamun. Ketiganya membentuk jaringan ekologis yang saling mendukung dalam menjaga produktivitas perairan sekaligus mempertahankan keanekaragaman hayati.

Penyerap Karbon Alami

Peran mangrove juga semakin mendapat perhatian dalam upaya menghadapi perubahan iklim global. Hutan mangrove dikenal sebagai salah satu ekosistem penyerap karbon atau blue carbon paling efektif di dunia. Kemampuannya menyimpan karbon dalam jumlah besar membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.

Tak hanya itu, akar mangrove berfungsi sebagai penyaring alami yang mampu menangkap sedimen dan berbagai bahan pencemar sebelum masuk ke laut lepas. Proses ini membantu menjaga kualitas perairan dan mendukung kesehatan ekosistem laut secara keseluruhan.

Baca Juga :  Kapolri Rotasi Pejabat Polda Kalteng, Wakapolda Brigjen Rakhmad Setyadi Digantikan Brigjen Yosi Muhamartha dan Berikut Daftar Pejabat Lainnya

Menopang Ekonomi Masyarakat Pesisir

Di banyak daerah, mangrove juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat. Ekosistem ini mendukung sektor perikanan, budidaya tambak yang berkelanjutan, hingga pengembangan wisata berbasis konservasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendorong pelestarian lingkungan.

Karena itu, menjaga mangrove bukan hanya soal melestarikan pohon. Setiap kawasan mangrove yang tetap lestari berarti perlindungan bagi wilayah pesisir, habitat bagi ribuan spesies, serta sumber kehidupan bagi masyarakat yang menggantungkan masa depannya pada laut.

Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks, mangrove mengingatkan manusia pada satu hal sederhana: ketika alam dijaga dengan baik, alam akan terus memberikan perlindungan dan manfaat bagi kehidupan.

Laporan ini merupakan bagian dari seri “Pesisir Kita”, yang mengulas berbagai isu lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir Indonesia.

Tags: Mangrove · Perubahan Iklim · Pesisir · Karbon Biru · Konservasi · Ekosistem · Perikanan

Berita Terkait

Ketua PWI dan IPJI Kalteng Perkuat Kapasitas Jurnalistik melalui Media Gathering PAMA Group 2026
HUT ke-14 LSR-LPMT Digelar Sederhana, Fokus pada Aksi Sosial dan Kemanusiaan
Heboh! Belasan Makam di Barito Timur Ditemukan Berlubang Misterius, Polisi Selidiki Dugaan Pembongkaran
Puluhan Awak Media Hadiri Makan Siang dan Silaturahmi di Rumah Makan Shanghai Palangka Raya
Pengadaan Jasa Publikasi Diskominfo Kalteng Jadi Sorotan, Publik Minta Penjelasan Soal Mekanisme dan Perbedaan Tarif
Wagub Edy Pratowo Tinjau Layanan Kesehatan Gratis Polda Kalteng pada Puncak Hari Bhayangkara ke-80
LPG 3 Kg Langka di Kawasan Mandawai Palangka Raya, Pedagang dan Warga Keluhkan Sulitnya Pasokan
Pimpin IWO Kalteng Lima Tahun ke Depan, Endra Setiawan Siapkan Program Strategis

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:23 WIB

Ketua PWI dan IPJI Kalteng Perkuat Kapasitas Jurnalistik melalui Media Gathering PAMA Group 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:43 WIB

HUT ke-14 LSR-LPMT Digelar Sederhana, Fokus pada Aksi Sosial dan Kemanusiaan

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:14 WIB

Benteng Hijau Penjaga Pesisir: Mengapa Mangrove Penting bagi Masa Depan Indonesia? 

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:27 WIB

Heboh! Belasan Makam di Barito Timur Ditemukan Berlubang Misterius, Polisi Selidiki Dugaan Pembongkaran

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Puluhan Awak Media Hadiri Makan Siang dan Silaturahmi di Rumah Makan Shanghai Palangka Raya

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page