Karyawan PT Laut Timur Ardiprima Ditangkap atas Dugaan Penggelapan Rp99,9 Juta di Ketapang

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA WARINGIN TIMUR – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Ketapang, Polres Kotim, berhasil mengungkap kasus dugaan penggelapan dana perusahaan yang dilakukan oleh salah seorang karyawannya. Terlapor berinisial ADA (31), diamankan setelah melalui proses penyelidikan.

Kasus ini bermula dari laporan yang diterima Polsek Ketapang pada Rabu (4/2/2026) pukul 09.00 WIB dari pelapor RSD (39). Namun, peristiwa penggelapan diduga telah terjadi jauh sebelumnya, yaitu pada Sabtu, 19 Juli 2025, sekitar pukul 13.00 WIB. Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di kantor PT Laut Timur Ardiprima yang beralamat di Jalan Moh. Hatta, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Baca Juga :  Diduga Gangguan Psikis, Pria di Murung Raya Tewaskan Warga Saat Ritual Adat Balian

Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, melalui Kasi Humas Polres Kotim, AKP Edy Wiyoko, menjelaskan proses penyidikan. “Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Ketapang segera melakukan penyelidikan dengan memeriksa pelapor, sejumlah saksi, dan terlapor.

Tim juga mengumpulkan barang bukti berupa enam lembar nota barang toko yang dikeluarkan oleh PT Laut Timur Ardiprima,” jelas Edy Wiyoko pada keterangan persnya, Rabu (11/2/2026) siang.

Baca Juga :  Jelang Idulfitri 1447 H, Pemprov Kalteng Gelar Gerakan Pangan Murah di Pangkalan Bun

Dari bukti yang terkumpul, perusahaan tersebut mengalami kerugian finansial sebesar Rp99.999.958 (sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus lima puluh delapan rupiah).

Setelah dianggap bukti cukup, pihak kepolisian kemudian melakukan penangkapan terhadap ADA. Terlapor dibawa ke kantor Polsek Ketapang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, ADA disangkakan melanggar Pasal 488 juncto Pasal 486 dan Pasal 492 KUHP, mengacu pada Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023.(*/rls/hms/red)

Berita Terkait

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page