Peternak Ayam Hadiahi Bangkai Ayam ke Kantor PLN, Protes Pemadaman Listrik yang Rugikan Usaha

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Kekecewaan terhadap pemadaman listrik bergilir di Kota Palangka Raya kembali memuncak. Sejumlah peternak ayam yang merasa mengalami kerugian akibat gangguan pasokan listrik turut menyampaikan protes dengan memberikan bangkai ayam ke Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jumat (30/10/2026).

Aksi tersebut menjadi bagian dari Gerakan Palangka Raya Gelap Jilid VII yang digelar sejumlah elemen masyarakat di Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani. Massa menilai pemadaman listrik yang kerap terjadi telah mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha.

Bagi para peternak ayam, pasokan listrik yang stabil merupakan kebutuhan penting dalam menjalankan usaha. Pemadaman listrik dinilai dapat mengganggu operasional kandang, terutama penggunaan peralatan pendukung yang membutuhkan pasokan listrik secara terus-menerus. Kondisi tersebut disebut telah menyebabkan kerugian bagi para peternak.

Baca Juga :  Polres Kapuas Matangkan Pengamanan Nataru Lewat Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin Telabang 2025

Pemberian bangkai ayam kepada pihak PLN menjadi simbol kekecewaan sekaligus gambaran dampak yang mereka rasakan akibat pemadaman listrik berulang.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta PLN menghentikan pemadaman listrik bergilir, menjamin pelayanan kelistrikan yang stabil, adil dan berkelanjutan, serta melakukan evaluasi secara transparan terhadap kinerja PLN UP3 Palangka Raya.

Baca Juga :  Polres Pulang Pisau Rilis Kinerja Akhir 2025, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pelayanan Publik

Massa juga mendesak pihak PLN memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan pasokan listrik, langkah konkret penanganan, serta kepastian perbaikan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Melalui Gerakan Palangka Raya Gelap Jilid VII, masyarakat berharap aspirasi yang disampaikan tidak sekadar diterima, tetapi ditindaklanjuti dengan solusi nyata.

Pasalnya, dampak pemadaman listrik bukan hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kecil, peternak, pedagang hingga sektor ekonomi lainnya.

Masyarakat menginginkan pelayanan listrik yang dapat diandalkan, sehingga aktivitas dan roda perekonomian di Kota Palangka Raya tidak terus terganggu oleh pemadaman berulang. (*/rls/red)

Berita Terkait

Patih Herman, Mendorong Peningkatkan Kompetensi Pelayanan ASN Yang Berkualitas Melalui Penyusunan RPK-JMD
BNNP Kalteng Tutup Bimtek Lifeskill di Tumbang Nusa, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Tergugat Mangkir dalam Sidang Adat, Dinyatakan Kalah Perkara, Terkait Sengketa Tanah di Desa Pangkalan Satu
Resmi Terbentuk! Fitriliani Handayani, Ketua Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau
Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng
Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November
HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat
BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Peternak Ayam Hadiahi Bangkai Ayam ke Kantor PLN, Protes Pemadaman Listrik yang Rugikan Usaha

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Patih Herman, Mendorong Peningkatkan Kompetensi Pelayanan ASN Yang Berkualitas Melalui Penyusunan RPK-JMD

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:53 WIB

BNNP Kalteng Tutup Bimtek Lifeskill di Tumbang Nusa, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Tergugat Mangkir dalam Sidang Adat, Dinyatakan Kalah Perkara, Terkait Sengketa Tanah di Desa Pangkalan Satu

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Resmi Terbentuk! Fitriliani Handayani, Ketua Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau

Berita Terbaru