LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Kekecewaan terhadap pemadaman listrik bergilir di Kota Palangka Raya kembali memuncak. Sejumlah peternak ayam yang merasa mengalami kerugian akibat gangguan pasokan listrik turut menyampaikan protes dengan memberikan bangkai ayam ke Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jumat (30/10/2026).
Aksi tersebut menjadi bagian dari Gerakan Palangka Raya Gelap Jilid VII yang digelar sejumlah elemen masyarakat di Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani. Massa menilai pemadaman listrik yang kerap terjadi telah mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha.
Bagi para peternak ayam, pasokan listrik yang stabil merupakan kebutuhan penting dalam menjalankan usaha. Pemadaman listrik dinilai dapat mengganggu operasional kandang, terutama penggunaan peralatan pendukung yang membutuhkan pasokan listrik secara terus-menerus. Kondisi tersebut disebut telah menyebabkan kerugian bagi para peternak.
Pemberian bangkai ayam kepada pihak PLN menjadi simbol kekecewaan sekaligus gambaran dampak yang mereka rasakan akibat pemadaman listrik berulang.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta PLN menghentikan pemadaman listrik bergilir, menjamin pelayanan kelistrikan yang stabil, adil dan berkelanjutan, serta melakukan evaluasi secara transparan terhadap kinerja PLN UP3 Palangka Raya.
Massa juga mendesak pihak PLN memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan pasokan listrik, langkah konkret penanganan, serta kepastian perbaikan agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Melalui Gerakan Palangka Raya Gelap Jilid VII, masyarakat berharap aspirasi yang disampaikan tidak sekadar diterima, tetapi ditindaklanjuti dengan solusi nyata.
Pasalnya, dampak pemadaman listrik bukan hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kecil, peternak, pedagang hingga sektor ekonomi lainnya.
Masyarakat menginginkan pelayanan listrik yang dapat diandalkan, sehingga aktivitas dan roda perekonomian di Kota Palangka Raya tidak terus terganggu oleh pemadaman berulang. (*/rls/red)







