LINTAS KALIMANTAN || Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus menggenjot budaya inovasi di lingkungan perangkat daerah. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), sejumlah SKPD dan Puskesmas difasilitasi untuk mempromosikan sekaligus mengampanyekan inovasi yang telah mereka jalankan.
Kegiatan Promosi dan Kampanye Inovasi tersebut digelar di Ruang Rapat Pusat Ide Bapperida Lantai II, Kamis (13/8/2026).
Tak sekadar menjadi ajang memamerkan inovasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat data dukung dalam meningkatkan Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Kotabaru.
Kabid Inovasi dan Teknologi Bapperida Kotabaru, Desy Ira Wahyuni, S.KM., M.M., menegaskan pihaknya terus mendorong setiap inovator agar aktif mempromosikan dan melaporkan inovasi yang telah dikembangkan.
“Tujuan kita hari ini untuk meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah, karena ini merupakan salah satu data dukung yang harus kita penuhi dan nilainya maksimal,” jelas Desy.
Bapperida, lanjut dia, siap memberikan fasilitasi bagi SKPD yang masih kesulitan mempromosikan, mengampanyekan, maupun memaparkan inovasinya kepada masyarakat.
Yang tak kalah penting, inovasi-inovasi tersebut akan diarahkan untuk mengikuti Innovation Government Award (IGA).
“Masing-masing SKPD atau masing-masing inovator mempromosikan inovasinya, mensosialisasikan inovasinya, akan kita masukkan ke IGA (Innovation Government Award) yang akan dinilai inovasinya. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan inovasi mereka bisa juara satu,” paparnya.
Desy juga mengajak seluruh inovator di lingkungan Pemkab Kotabaru untuk tidak menyimpan inovasinya sendiri. Setiap inovasi yang telah berjalan diharapkan segera dilaporkan kepada Bapperida agar dapat difasilitasi dan dikembangkan.
“Saya di sini mengharapkan para inovator, ayo kita kumpulkan, ayo laporkan inovasinya ke Bapperida,” ajaknya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah inovasi dari berbagai perangkat daerah dan Puskesmas dipaparkan.
Dinas Perhubungan misalnya, membawa SIAP LAJU (Sistem Informasi Pengaduan Perlengkapan Jalan dan Penerangan Jalan Umum) dan BPJS-HUBCARE (Jaminan Perlindungan Pekerja Rentan Sektor Perhubungan).
Satpol PP-Damkar turut memperkenalkan SODA ANAK (Sosialisasi dan Edukasi Anak). Sedangkan Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertanahan menghadirkan SI-PANDU (Sistem Penilaian Aduan dan Kepuasan Pelayanan Terpadu).
Dinas PUPR mempromosikan SIJAKONDA (Sistem Informasi Jasa Konstruksi Daerah).
Sementara Dinas Lingkungan Hidup membawa tiga inovasi, yakni BaRATik (Bakul Purun Pengganti Plastik), BAPILAH (Budaya Pemilahan Sampah) dan PERI (Pesisir Berseri).
Dari sektor kesehatan, Dinas Kesehatan melalui Bidang P2P memperkenalkan Pelanduk Sehat, yakni inovasi pelacakan dan pemantauan kewaspadaan dini kesehatan jemaah haji setelah kembali dari Arab Saudi.
Bidang SDK Dinas Kesehatan juga mempromosikan BAKUL PIAN (Bawa Keliling Urus Layanan Produk Industri Rumah Tangga) serta SARANJANA KOTA GAIB (Sarana Jangkauan Konseling Industri Rumah Tangga Pangan serta Bimbingan).
Tak ketinggalan, Puskesmas Sungai Bali memperkenalkan DIAN SASTRO (Diadakan Senam Anti Stroke). Sedangkan Puskesmas Serongga membawa JURU SENJA (Kunjungan Rumah untuk Kesehatan Jiwa) dan AKSI PERI BAIK (Atasi Kasus Hipertensi dengan Periksa, Obati, dan Kunjungi).
Pemkab Kotabaru berharap promosi dan kampanye inovasi ini tidak berhenti sebatas pemenuhan administrasi penilaian. Lebih jauh, inovasi diharapkan benar-benar memberi dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dengan semakin banyak inovasi yang lahir, dikembangkan dan diterapkan, Pemkab Kotabaru optimistis budaya inovasi semakin kuat dan mampu mendukung terwujudnya pelayanan publik yang lebih cepat, tepat dan bermanfaat bagi masyarakat menuju Kotabaru Hebat.(*/rls/duk)






