LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Kemampuan Cak Sam dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan mediasi kembali membuahkan hasil. Kali ini, Cak Sam membantu menyelesaikan perselisihan yang melibatkan dua mahasiswi di Kota Palangka Raya terkait unggahan di media sosial yang dinilai mengandung ujaran kebencian dan informasi tidak benar.
Permasalahan tersebut bermula saat Bunga (19), seorang mahasiswi di Palangka Raya, menyampaikan keluhannya kepada Cak Sam terkait unggahan yang kembali dibuat oleh Mawar (19), yang merupakan pacar baru mantan kekasihnya. Menurut Bunga, persoalan serupa sebenarnya telah terjadi sejak tahun lalu dan sempat diselesaikan melalui permintaan maaf dari pihak yang bersangkutan.
Namun, Bunga mengaku merasa tidak nyaman karena unggahan yang mengungkit kembali persoalan lama masih terus muncul di media sosial Instagram dan seolah menggambarkan dirinya sebagai pihak yang bersalah.
Menanggapi pengaduan tersebut, Cak Sam segera mengambil langkah dengan menghubungi Mawar untuk diberikan pembinaan serta menginisiasi pertemuan mediasi antara kedua belah pihak. Melalui pendekatan persuasif dan dialog yang mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan, kedua mahasiswi akhirnya dapat duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.
Dalam proses mediasi tersebut, Mawar menyadari kekeliruannya dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Bunga. Tidak hanya itu, Mawar juga bersedia membuat klarifikasi melalui media sosial bahwa informasi yang diunggah beberapa hari sebelumnya tidak benar.
Penyelesaian ini menjadi bukti bahwa pendekatan mediasi yang dilakukan Cak Sam mampu menghadirkan solusi yang damai tanpa harus memperpanjang konflik. Melalui komunikasi yang baik dan pembinaan yang tepat, kesalahpahaman yang sempat menimbulkan ketidaknyamanan akhirnya dapat diselesaikan dengan baik.
Cak Sam berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mengedepankan komunikasi serta musyawarah apabila menghadapi permasalahan pribadi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. (*/rls/hms/red)







