LINTAS KALIMANTAN | KUALA KURUN — Sabtu malam, 6 Juni 2026, suasana di sejumlah sudut Kota Kurun terasa berbeda. Kehadiran personel Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas yang menyisir titik-titik keramaian sejak pukul 21.30 WIB menjadi sinyal tegas bahwa ruang bagi aksi ugal-ugalan di jalan raya kian dipersempit.
Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli malam itu menyasar sejumlah lokasi yang selama ini dikenal sebagai titik kumpul pemuda, mulai dari Jalan Tjilik Riwut, Jalan Yos Sudarso, kawasan Bundaran Kurun, hingga area Taman Kota Kuala Kurun. Sasarannya jelas: mengantisipasi aksi balapan liar dan penggunaan knalpot tidak standar yang belakangan marak dikeluhkan warga.
Respons Nyata atas Keluhan Publik
Patroli ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa pekan terakhir, warga Kurun ramai menyuarakan keresahan mereka — baik melalui media sosial maupun laporan langsung ke layanan Call Center 110 — soal kebisingan knalpot brong dan aksi kebut-kebutan yang mengganggu ketenangan malam.
Polres Gunung Mas pun bergerak. Piket Pamapta Ipda Purwoko ditunjuk memimpin langsung patroli presisi malam itu, didampingi sejumlah personel dari piket fungsi Polres Gunung Mas.
Humanis, Bukan Represif
Yang menarik dari patroli kali ini adalah pendekatannya. Alih-alih langsung menilang atau membubarkan kerumunan, personel kepolisian memilih berdialog. Di Bundaran Kurun dan Taman Kota, Ipda Purwoko dan rekan-rekannya tampak berbaur santun di tengah kelompok pemuda, menyampaikan pemahaman hukum secara ringan namun tegas.
“Kami hadir di sini untuk memberikan imbauan dan edukasi secara langsung mengenai bahaya aksi balapan liar serta ugal-ugalan. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai teknis juga sangat mengganggu kenyamanan warga yang sedang beristirahat,” ujar Ipda Purwoko, Minggu (7/6).
Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Ipda Purwoko menegaskan bahwa patroli ini bukan untuk membubarkan kreativitas positif kaum muda, melainkan semata demi keselamatan bersama di jalan raya.
Malam Minggu yang Aman dan Kondusif
Hasilnya tidak mengecewakan. Kehadiran aparat di titik-titik kumpul terbukti efektif meredam niat para pelaku balap liar. Malam Minggu di Kota Kurun pun berlangsung aman dan tertib — sesuatu yang langsung mendapat apresiasi dari warga sekitar maupun pengendara yang melintas.
Polres Gunung Mas menegaskan bahwa KRYD semacam ini akan terus dijalankan secara berkesinambungan. Selain menyasar para pemuda di jalanan, pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak mereka, khususnya saat keluar rumah pada malam hari.
Dengan pendekatan yang mengedepankan edukasi dan kedekatan dengan masyarakat, Polres Gunung Mas membuktikan bahwa menjaga ketertiban tak selalu harus dilakukan dengan tangan besi — cukup dengan hadir, menyapa, dan mengingatkan. (sp)







