3 Mei: Kebebasan Pers Masih Tersandra di Balik Seremoni

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

3 Mei kembali hadir sebagai pengingat global akan arti penting kebebasan pers. Di seluruh dunia, tanggal ini diperingati sebagai Hari Kebebasan Pers—sebuah momentum yang menegaskan bahwa pers merupakan pilar demokrasi, penjaga nalar publik, pengawas kekuasaan, sekaligus penyambung suara rakyat.

Namun di balik gegap gempita seremoni dan ucapan selamat yang bertebaran, realitas di lapangan berbicara lain. Kebebasan pers hari ini masih jauh dari kata sepenuhnya merdeka.

Di berbagai belahan dunia, jurnalis masih bekerja di bawah tekanan dan bayang-bayang intimidasi. Ancaman tidak lagi hadir secara terselubung, melainkan nyata dan terbuka—datang dari kekuasaan yang anti kritik, dari kepentingan yang enggan terusik, hingga dari sistem yang lebih memilih membungkam daripada berbenah. Pers diminta tajam, tetapi kerap dihukum saat benar-benar menjalankan fungsinya.

Baca Juga :  Dukung Program Pemerintah, Kasdim 1016/Plk Apresiasi Peresmian Sekolah Rakyat di Palangka Raya

Ironi pun tak terhindarkan. Di panggung resmi, kebebasan pers dielu-elukan sebagai simbol demokrasi. Namun di lapangan, ia justru dibatasi secara halus melalui tekanan ekonomi, kriminalisasi, hingga penyempitan akses informasi. Kebebasan dipuji dalam retorika, tetapi dikebiri dalam praktik.

Ancaman terhadap independensi pers juga datang dari dalam. Di tengah dinamika industri media, kepentingan pemilik, tekanan iklan, serta keberpihakan politik perlahan menggerus marwah jurnalisme. Media yang semestinya menjadi penjaga kebenaran, berisiko berubah menjadi alat kepentingan.

Baca Juga :  Kapolda Kalteng Dukung Film Kolosal “DAYAK”, Siap Kawal Produksi Hingga Angkat Budaya Bumi Tambun Bungai ke Pentas Nasional

Peringatan Hari Kebebasan Pers seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Ia adalah alarm keras bagi semua pihak—bahwa tanpa pers yang bebas, independen, dan berani, demokrasi hanya akan menjadi panggung tanpa makna.

Kebebasan pers bukanlah hadiah yang datang begitu saja. Ia harus terus diperjuangkan, dijaga, dan ditegakkan tanpa kompromi.

Lebih dari sekadar tanggal, 3 Mei adalah cermin. Dan hari ini, yang terpantul di dalamnya menunjukkan bahwa kebebasan pers belum sepenuhnya merdeka.(*/rls/sgn/red)

Berita Terkait

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page