RSUD Doris Sylvanus Klarifikasi Kasus Pemasangan IUD dan Operasi Pasien, Tegaskan Tindakan Sesuai Prosedur

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya – Manajemen RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya memberikan klarifikasi resmi terkait penanganan seorang pasien yang sempat mempersoalkan tindakan medis pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) hingga berujung operasi lanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus, dr. Suyuti Syamsul, menegaskan bahwa seluruh tindakan medis yang dilakukan telah melalui prosedur persetujuan dan pertimbangan medis sesuai standar pelayanan kesehatan.

Menurutnya, pemasangan IUD dilakukan saat pasien menjalani tindakan medis karena ditemukan kondisi rahim yang dinilai berisiko apabila terjadi kehamilan. Ia menyebut, dalam kondisi tertentu, persetujuan tindakan medis tidak selalu harus diberikan langsung oleh pasien secara tertulis saat itu juga.

“Dalam praktik kedokteran, persetujuan tindakan ada tiga bentuk: tertulis, lisan, dan implisit. Untuk tindakan berisiko, kami sudah memiliki persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh pihak keluarga, dalam hal ini suami pasien,” jelas dr. Suyuti saat konferensi pers. Senin 9-2-2026.

Ia juga menyampaikan bahwa pasien sebelumnya sempat mendatangi fasilitas kesehatan lain untuk melepas IUD karena mengalami keluhan bercak darah (spotting). Namun, tindakan pelepasan tidak berhasil dilakukan di fasilitas tersebut, sehingga pasien kembali dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus.

Baca Juga :  Kapolres Gunung Mas Kawal Ibadah Malam Natal, Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Sosialisasikan Layanan 110

Ditemukan Masalah di Usus, Bukan di Rahim

Saat dilakukan penanganan lanjutan, tim medis justru menemukan adanya infeksi dan permasalahan pada bagian usus pasien, bukan pada rahim.

“Ketika dilakukan operasi, ternyata sumber masalah ada di usus. Rahim tidak mengalami kerusakan seperti yang dikhawatirkan. Namun, IUD memang cukup sulit dilepas karena melekat,” terangnya.

Tim dokter kemudian melakukan operasi bersama antara dokter kebidanan dan dokter bedah untuk menangani infeksi usus tersebut. Bagian usus yang mengalami kerusakan akhirnya harus dipotong demi menyelamatkan kondisi pasien.

Sebelum tindakan lanjutan dilakukan, pihak rumah sakit menyatakan telah meminta persetujuan keluarga.

“Dokter kami menghubungi suami pasien untuk menjelaskan pilihan tindakan. Disampaikan risiko jika usus langsung disambung kembali, termasuk kemungkinan kebocoran. Keluarga memilih dilakukan penyambungan langsung,” kata dr. Suyuti.

Namun dalam perkembangannya, sambungan usus tersebut mengalami kebocoran sehingga pasien harus menjalani prosedur kolostomi sementara, yaitu pembuatan saluran pembuangan kotoran melalui dinding perut.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Lepas Pawai Takbiran Idul Adha 1447 H, Tekankan Semangat Kepedulian dan Persatuan

Perawatan Masih Berlanjut

Manajemen RSUD menegaskan bahwa pasien hingga kini masih dalam perawatan dan akan terus ditangani semaksimal mungkin.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa rumah sakit terburu-buru memulangkan pasien. Menurutnya, pada beberapa kasus medis, pasien tidak harus dirawat terus-menerus di rumah sakit, tetapi bisa menjalani kontrol berkala sambil menunggu kondisi organ dalam pulih.

“Pasien masih menjadi tanggung jawab kami. Kami tetap merawat dan memantau kondisinya. Jika pasien atau keluarga merasa perlu pendapat lain, itu hak mereka, tapi selama dirawat di sini kami akan memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Persilakan Audit oleh Lembaga Netral

Terkait tudingan malpraktik, dr. Sayuti menegaskan pihaknya terbuka jika ada pemeriksaan oleh lembaga berwenang.

“Kalau memang ada dugaan pelanggaran disiplin atau malpraktik, silakan disampaikan ke lembaga yang berwenang. Lebih baik dinilai oleh pihak yang netral,” tegasnya.

RSUD dr. Doris Sylvanus, lanjutnya, berkomitmen menjalankan pelayanan sesuai regulasi dan standar profesi kedokteran, sekaligus tetap mengedepankan keselamatan pasien dalam setiap tindakan medis. (/rls/tim/red)

 

Berita Terkait

Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 
Aliansi Dayak Bersatu Desak Penanganan Karhutla Kalteng Lebih Serius, Soroti Transparansi Anggaran
Taekwondo Kotabaru Sabet Juara Umum, Bawa Pulang 57 Medali dari Banjarmasin
Kabar PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi PNS Bikin Geger, Ini Penjelasan BKPSDM Kotabaru
HKT dan PDB Kalteng Bagikan 500 Masker Gratis, Ajak Warga Waspadai Dampak Karhutla
Kabut Asap Belum Mereda, KNPI Pulang Pisau Gelar Aksi Sosial Pembagian Masker dan Vitamin
Duka Kabut Asap Belum Usai, MES Pulang Pisau Hadirkan Bantuan Darurat Masker dan Vitamin untuk Pengendara

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:56 WIB

Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Aliansi Dayak Bersatu Desak Penanganan Karhutla Kalteng Lebih Serius, Soroti Transparansi Anggaran

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Taekwondo Kotabaru Sabet Juara Umum, Bawa Pulang 57 Medali dari Banjarmasin

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Kabar PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi PNS Bikin Geger, Ini Penjelasan BKPSDM Kotabaru

Berita Terbaru

LINTAS TNI

Perkuat Keimanan, Anggota Satgas TMMD Sholat Jumat Bersama Warga

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:05 WIB

You cannot copy content of this page