Palangka Raya – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti kepulangan jemaah umrah asal Palangka Raya yang tiba kembali di Tanah Air melalui Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, pada 7 Februari 2026. Kepulangan tersebut menandai berakhirnya rangkaian ibadah di Tanah Suci yang telah dijalani sejak 27 Januari 2026.
Momen pertemuan kembali dengan keluarga diwarnai doa, pelukan, serta rasa bahagia setelah para jemaah menuntaskan rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah. Dalam acara penyambutan dan perpisahan rombongan, pembimbing ibadah, Ustadz Nandang Saifullah, menyampaikan pesan spiritual agar para jemaah mampu menjaga kualitas ibadah setelah kembali ke kehidupan sehari-hari.
“Amal-amal salat yang sudah kita kerjakan di Tanah Suci mudah-mudahan bisa terus dikerjakan dan dijaga keistikamahannya di rumah masing-masing. Semoga Allah menerima dan memberkahi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa ujian sesungguhnya justru dimulai setelah kembali ke tanah air, ketika suasana ibadah tidak lagi seintens di Tanah Suci. Karena itu, ia mengajak seluruh jemaah untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah terbentuk selama umrah.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa kepulangan para jemaah bertepatan dengan datangnya momentum istimewa, yakni bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari. Menurutnya, Ramadan merupakan kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat ketakwaan.
“Kita sebentar lagi akan menjelang bulan Ramadan. Mudah-mudahan kita semua diberi kesehatan sehingga ibadah kita semakin meningkat, dan semoga kita semua mendapat husnul khatimah,” tuturnya, yang diamini para jemaah.
Sementara itu, perwakilan jemaah menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak penyelenggara perjalanan umrah, Al-Mabrur dan Insani, yang dinilai tidak hanya memberikan pelayanan perjalanan, tetapi juga bimbingan ibadah secara menyeluruh selama di Tanah Suci.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan pelayanan terbaik kepada kami. Travel bukan hanya mengantar, tetapi juga membimbing kami sehingga lebih mengenal dan mencintai Baitullah serta Rasulullah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kebersamaan selama di Tanah Suci telah menumbuhkan ikatan kekeluargaan yang erat di antara para peserta rombongan.
“Kami merasa bukan hanya satu rombongan, tetapi seperti keluarga besar yang baru. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga walau perjalanan umrah telah selesai,” katanya.
Para jemaah juga mendoakan agar penyelenggara perjalanan umrah tersebut terus berkembang dan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan bagi calon jemaah di masa mendatang.
Kegiatan kepulangan ditutup dengan doa bersama dan salam perpisahan penuh haru, menandai berakhirnya perjalanan ibadah yang diharapkan membawa keberkahan serta perubahan spiritual bagi seluruh peserta, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan. (*/rls/tim/red)







