Internet Tak Lagi Jauh: Cara Pemprov Kalteng Menembus Blank Spot hingga Pelosok Desa, Rangga Lesmana: Bukan Sekadar Pasang Jaringan, Tapi Pastikan Benar-Benar Dipakai Warga

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Bagi sebagian warga di pedalaman Kalimantan Tengah, internet masih terasa seperti “barang kota”—dekat dalam cerita, tapi jauh dalam kenyataan. Sinyal hilang, akses terbatas, dan layanan publik yang belum sepenuhnya tersentuh digital masih jadi keseharian.

Situasi itulah yang ingin diubah oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Pada 2026, Pemprov Kalteng mulai menggeser fokus: bukan lagi sekadar menghubungkan kantor desa, melainkan menghadirkan internet langsung ke titik-titik yang benar-benar digunakan masyarakat. Ada 2.080 fasilitas publik yang jadi sasaran—mulai dari Pustu, SD hingga SMP.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, menyebut pendekatan ini sebagai langkah “membumikan internet”.

“Kalau hanya kantor desa yang tersambung, dampaknya terbatas. Kita ingin internet itu hadir di tempat warga beraktivitas—di sekolah, di layanan kesehatan—agar benar-benar terasa manfaatnya,” ujarnya.

Menurut Rangga, tantangan utama bukan lagi sekadar membangun jaringan, tetapi memastikan akses itu hidup dan digunakan. Sebab di lapangan, masih banyak fasilitas umum yang belum tersentuh koneksi memadai, meski desa secara administratif sudah “online”.

Baca Juga :  1 Bulan Diteror Mantan Pacar, SPG di Palangka Raya Mengadu ke Cak Sam Polda Kalteng: Pelaku Dibina dan Dimediasi

Di sinilah pendekatan teknologi mulai diubah. Untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan kabel atau fiber, Pemprov memilih jalur cepat: internet berbasis satelit.

“Wilayah seperti Arut Utara, Antang Kalang, Parenggean sampai Murung Raya itu punya tantangan geografis yang tidak sederhana. Kalau menunggu jaringan konvensional, waktunya bisa panjang. Dengan satelit, kita bisa lompat lebih cepat,” jelasnya.

Namun, Rangga menegaskan, proyek ini tidak ingin terjebak pada angka dan target semata. Saat ini, tim di lapangan tengah melakukan verifikasi langsung—mendatangi desa, melihat kebutuhan nyata, dan memastikan titik pemasangan tidak salah sasaran.

“Kita tidak mau sekadar pasang lalu selesai. Yang penting itu: apakah dipakai? Apakah membantu? Itu yang kami cek satu per satu,” tegasnya.

Baca Juga :  Pembukaan Festival Katir Race 2025, Wakil Bupati Kotabaru sebut Ini Upaya Pelestarian Budaya

Pendekatan ini juga membuka ruang penyesuaian. Setiap desa memiliki kebutuhan berbeda—ada yang lebih butuh untuk layanan kesehatan, ada yang untuk pendidikan, bahkan ada yang mulai mengarah ke penguatan ekonomi digital.

Bagi Rangga, pemerataan internet bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi pintu masuk perubahan.

“Ketika internet hadir dan bisa diakses semua orang, maka jarak tidak lagi jadi penghalang. Anak-anak bisa belajar lebih luas, layanan kesehatan bisa lebih cepat, dan masyarakat bisa punya peluang ekonomi baru,” katanya.

Ia pun mengingatkan, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga bagaimana masyarakat memanfaatkannya.

“Inilah kenapa kita pastikan dari awal—aksesnya tepat, kebutuhannya jelas, dan manfaatnya langsung dirasakan,” pungkasnya.

Jika berjalan sesuai rencana, upaya ini bukan hanya menghapus blank spot di peta jaringan, tetapi juga menghapus batas-batas lama yang selama ini memisahkan desa dari peluang besar di dunia digital. (*/rls/sgn/red)

Berita Terkait

HUT ke-27 IPJI, DPW Kalteng Berikan Penghargaan kepada Hartany Soekarno sebagai Tokoh Jurnalis
HUT ke-27 IPJI, DPW Kalteng Gelar Donor Darah dan Bagikan Sembako untuk Masyarakat
Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

HUT ke-27 IPJI, DPW Kalteng Berikan Penghargaan kepada Hartany Soekarno sebagai Tokoh Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

HUT ke-27 IPJI, DPW Kalteng Gelar Donor Darah dan Bagikan Sembako untuk Masyarakat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page